Pagelaran 7 Octaf 2015 (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)
Pagelaran 7 Octaf 2015 (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Mahasiswa Yogya Aransemen Ulang Lagu Tradisional Anak dengan Musik Orkestra

Patricia Vicka • 25 April 2015 16:36
medcom.id, Yogyakarta: Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengaransemen ulang lagu tradisional anak-anak dan menampilkannya dalam pagelaran teater musikal lagu anak-anak tradisional.
 
Acara pagelaran teater musikal diselenggarakan pada Jumat (24/4/2015), di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
 
Pada pagelaran bertajuk 7 Octaf 2015, ditampilkan sebuah teater musikal diiringi 13 lagu tradisional anak-anak, antara lain "Cublak-cublak suweng," "Kampuang Nan Jauh di Mato" dan "Kicir-kicir."

Lagu-lagu tersebut dimainkan dengan aransemen musik tradisional bercampur modern dan orkestra.
 
Seperti pada lagu "Cublak-cublak Suweng," dinyanyikan ala campur sari dipadu musik band dan lantunan musik orkestra. Lagu "Cik-cik Periuk" membuat penonton ikut berjoget mendengar dentuman musik reggae yang dinyanyikan ala campur sari.
 
Uniknya, semua penonton yang hadir dilarang bertepuk tangan. Mereka diwajibkan memutar mainan tradisional anak-anak, othok-othok, sebagai ganti suara tepuk tangan.
 
Dalam acara ini dipamerkan pula mainan tradisional anak-anak raksasa yang terbuat dari koran.
 
Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu menyambut positif pelaksaan acara tersebut.
 
"Kami bangga dengan acara ini dan berharap agar acara ini semakin banyak dilaksanakan di sini. Agar bisa memunculkan kembali lagu anak-anak," ujar Yuni ketika ditemui dalam pagelaran 7 Oktaf 2015.
 
Ketua panitia 7 Oktaf 2015 Alexander Angga mengatakan acara ini memang bertujuan untuk melestarikan lagu-lagu dan mainan tradisional anak-anak yang mulai punah tergusur kehadiran gadget.
 
"Kami prihatin dengan mulai ditinggalkannya mainan tradisional. Anak-anak zaman sekarang lebih suka main gadget sehingga jiwa sosialisasi mereka kurang. Lewat pagelaran musik ini, kami berusaha mengingatkan dan memanggil kembali kenangan masa kecil penonton melalui lagu-lagu tradisional," tutur Alex.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA