Menurut Ifan, kemunculan kembali lagu-lagu Seventeen di jajaran top chart menjadi hal yang sulit dijelaskan dengan logika tren musik saat ini. Lagu yang telah berusia 15 tahun mendadak menemukan pendengarnya kembali, bahkan dari generasi yang lebih muda.
“Sementara kan kemarin itu kan ya seperti aku bilang ada sebuah anomali yang terjadi kan. Pada saat lagu Seventeen 15 tahun yang lalu tiba-tiba muncul ke permukaan dan menempati top chart di berbagai macam digital streaming platform,” kata Ifan di Jakarta.
Kondisi tersebut rupanya memicu reaksi berantai dari orang-orang terdekat Ifan. Istri, manajemen, hingga rekan bermusik melihat momentum ini sebagai sinyal kuat bahwa karya Seventeen masih memiliki tempat di hati pendengar. Mereka pun mendorong Ifan untuk kembali merilis lagu baru dengan warna musik yang tetap setia pada ciri khas Seventeen.
“Itu juga yang waktu itu cukup men-trigger orang-orang terdekatku untuk mendorongku mengeluarkan karya lagi gitu. ‘Ayo bikin lagi, tapi yang kayak Seventeen’,” cerita Ifan.
Ifan secara terbuka mengakui bahwa dorongan terbesar untuk kembali masuk dapur rekaman justru datang dari faktor eksternal. Bukan karena ambisi pribadi atau rencana matang yang sudah lama ia siapkan.
“Cuma memang dorongan membuat album ini memang lebih besar dari eksternal. Bukan dari internal pribadiku. Kalau aku sih kalau misalnya memang tadinya kalau enggak didorong gitu ya mungkin aku akan keluar album mungkin di tahun ke depan, 2027 gitu,” jelasnya.
Album Resonance resmi diperkenalkan ke publik dengan single andalan berjudul "Jangan Paksa Rindu (Beda)". Lagu ini membawa nuansa pop mendayu yang selama ini melekat dengan identitas Seventeen, sekaligus menjadi pengingat akan gaya musik yang telah membesarkan nama Ifan di industri musik Tanah Air.
“Gue ngerasa, oke gue harus pulang lagi dan ternyata rumah gue adalah musik yang seperti ini. Musik pop yang memang mendayu-dayu,” ujar Ifan.
Dengan pendekatan yang lebih santai, Ifan menegaskan bahwa Resonance adalah album yang ia jalani dengan prinsip tanpa tekanan. Tidak ada ambisi besar selain pembuktian sederhana bahwa dirinya masih mampu berkarya dengan jujur.
“Jadi memang album ini tuh benar-benar jadi album yang nothing to lose buatku. Balik lagi, aku tidak berambisi untuk mengejar something, enggak. Tapi lebih ke pembuktian, tapi hanya untuk orang-orang terdekat saja,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News