Haight Ashbury, kawasan yang dibangun dekat Golden Gate Park tahun 1890-an ini awalnya diperuntukkan sebagai daerah pemukiman kelas menengah atas. Daerah ini menjadi satu-satunya lingkungan yang terhindar oleh gempa bumi yang mengguncang San Francisco tahun 1906.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Great Depresion yang melanda Amerika Serikat sejak 29 Oktober 1929 (The Black Tuesday) membuat warga pemukiman orang kaya jadul ini pindah ke pinggiran kota. Banyak rumah yang dibiarkan kosong atau disewakan dengan harga murah.
Lingkungan yang penuh dengan bangunan kayu bergaya victoria ini akhirnya jadi tempat mangkal kaum hippies dengan bohemian lifestyle-nya yang populer disebut Flower Generation. Sampai pertengahan tahun 60-an, Haight Ashbury menjadi pusat peredaran narkotika, penggunaan ganja dan LSD (Lysergic Acid Diethylamide) yang biasa disebut acid.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Haight-Ashbury di tahun 60-an tak hanya dikenal sebagai pusat hippies, narkotika, dan musik psychedelic rock. Tetapi juga merupakan pusat berkembangnya seni kontemporer, termasuk lukisan, puisi, performance art, komik, poster, dan berbagai jenis sastra.
Dari tahun 1964 sampai tahun 1968, terjadi gelombang besar-besaran pergerakan budaya dan politik di San Francisco, yang kemudian menjalar ke seluruh Amerika Serikat dan seluruh dunia. Idealisme tentang perdamaian yang terfermentasi di Haight Ashbury, San Francisco, menjadi 'ramuan memabukkan' yang melanda Amerika Serikat dan akhirnya menghentikan perang Vietnam di bulan April 1975.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Liputan utama majalah Time tentang hippie sub-kultur dan laporan CBS News yang berjudul "The Hippie Temptation" membuat pergerakan ini semakin terkenal dan menyebar ke seluruh dunia. Ribuan pemuda pun bermigrasi ke Haight mengubah struktur sosial serta pandangan dari San Francisco sebagai kota.
Mulai dari siswa University of San Francisco, UCSF, dan SF State University, musisi (seperti Grateful Dead), filsuf, seniman (seperti Alton Kelley), penyair (seperti Allen Cohen), sampai CEO masa depan perusahaan seperti Pepsi, GAP, Smith Hawken, Lotus, dan majalah Rolling Stone pernah menjadi bagian pergerakan kaum hippie di Haight Ashbury.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Butuh sekitar dua tahun, 1964 sampai 1966, bagi para pelopor pejuang perdamaian di Haight-Ashbury untuk membuat sebuah komunitas tercerahkan dan mencapai flashpoint(titik api)-nya. Perkembangan musik di Haight juga mencapai titik tertinggi secara artistik.
Sejumlah penyanyi psychedelic rock terkenal pernah tinggal di sana, seperti Jefferson Airplane, Grateful Dead, The Mamas & The Papas dan Janis Joplin. Budaya rock Haight Ashbury yang diabadikan dalam lagu-lagu mereka, justru malah semakin mempopulerkan gaya hidup kaum hippie: hidup, membuat musik, dan memakai narkoba sebagai sebuah keluarga.

Foto: Janis Joplin/ Getty image
"The Summer of Love tahun 1967 adalah puncak dari revolusi hippies di Haight Ashbury," tulis sastrawan Allen Cohen dalam esainya. "Lebih dari 100.000 pemuda datang ke Haight, mengajak wartawan, pembuat film, agen FBI, polisi yang menyamar, pecandu narkoba, provokator, mafia dan sekitar 100.000 lebih wisatawan mengikuti di belakang mereka."
Padatnya penduduk, tingginya pengangguran, dan rusaknya tatanan sosial akibat narkotika memancing reaksi keras dari polisi dan pemerintah kota San Francisco. Kehidupan di Haight Ashbury tak lagi 'memabukkan'. Mereka akhirnya harus 'sadar', pergi dari sana dan kembali melanjutkan hidup mereka masing-masing.
.jpg)
Foto: Classicmotorsport
Di musim gugur 1967, diadakan upacara "The Death of the Hippie" yang menandakan berakhirnya pesta kaum hippies di Haight Ashbury. "Kami ingin menyampaikan pesan bahwa ini adalah akhir dari pergerakan hippie. Jangan keluar dari rumah Anda. Tinggallah di mana Anda berada! Bawalah revolusi ke tempat Anda tinggal! Jangan datang ke sini karena semuanya sudah berakhir," begitulah isi pesan upacara itu.
Namun, pengalaman yang 'mencerahkan' di Haight Ashbury telah meninggalkan kesan abadi pada pikiran dan hati orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya. Sejak saat itu pergerakan perdamaian tumbuh dimana-mana, termasuk acara musik untuk perdamaian. "Summer of Love" adalah cikap bakal lahirnya festival musik untuk perdamaian paling legendaris, "Woodstock", yang digelar di New York tahun 1969.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Haight Ashbury kini tetap tak kehilangan daya tariknya. Setelah ditinggal kaum hippies, kini kaum yuppies yang kaya raya membeli rumah-rumah ala victoria yang berwarna-warni di seluruh Haight-Ashbury. Diantaranya, rumah yang dipakai dalam serial drama TV "Full House" yang populer akhir 80-an. Rumah 'keluarga Bob Saget' ini dijual seharga USD4 juta. Atau "The Painted ladies", yaitu enam deret rumah kayu cantik warna-warni yang sering menjadi obyek kartu pos kota San Fransisco.
Saat Metrotvnews.com berkunjung ke Haight-Ashbury, masih terlihat deretan toko-toko antik, terutama di jalan utama Haight Street. Sebagian besar toko berubah menjadi butik-butik yang menjual pakaian dan aksesoris vintage, restoran dan toko-toko musik. Cafe-cafenya ramai pengunjung, baik untuk menikmati suguhan musik live atau nongkrong bersama teman sambil menonton pertandingan football (NFL) di akhir pekan. Amoeba Music, yang dulunya arena bowling, juga ada di Haight, yang menawarkan koleksi CD terbesar (baru dan bekas) di dunia.
Foto: Metrotvnews.com/ Adi Waluyo
Jangan kaget bila anda mendapati suguhan brownies yang terbuat dari tepung mariyuana di restoran-restoran, karena pemerintah San Fransisco melegalkan penggunaan mariyuana bagi mereka yang memiliki resep dokter. (Rockument, American Experience, Time).
(1).jpg)


.jpg)
Foto: Summer of Love 1967 / Summeroflove.org
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News