.Feast. (Foto: Dok. .Feast)
.Feast. (Foto: Dok. .Feast)

.Feast Kritik Ketamakan Manusia di Lagu Tarian Penghancur Raya

Hiburan .Feast Band
Cecylia Rura • 09 November 2019 19:14
Jakarta: Grup musik .Feast mengutarakan keresahan atas perilaku manusia yang tamak terhadap lingkungan dalam singel Tarian Penghancur Raya. Lagu ini menceritakan tentang hubungan manusia dan lingkungan.
 
"Berkaca ke banyaknya berita-berita tidak mengenakkan perihal kerusakan lingkungan dan ancaman keberlangsungan untuk berbagai warisan budaya Indonesia belakangan ini, rasanya Tarian Penghancur Raya menjadi sebuah lagu yang relevan untuk dirilis sekarang," ungkap Baskara Putra vokalis .Feast dalam keterangan pers.
 
Baskara melanjutkan, lagu Tarian Penghancur Raya ditulis bukan hanya sebagai kritik tapi juga kepada diri mereka sendiri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita berlomba-lomba merusak seluruhnya yang asli dan asri, entah demi apa," kata Baskara.
 
Singel Tarian Penghancur Raya dibuka dengan suara musik gamelan khas Indonesia. Dentuman intro ini diibaratkan sebagai ajakan menari menanggapi keadaaan lingkungan belakangan ini. Baskara, Awan, Adnan, Dicky, dan Ryo Bodat tampak mengeksplorasi suara musik gamelan tanpa meninggalkan ciri khas gitar bluesy dari .Feast.
 
.Feast dikenal menyuarakan isu-isu sosial dalam karya musiknya. Tarian Penghancur Raya menjadi singel kedua setelah Dalam Hitungan menuju album terbaru mereka.
 
Tarian Penghancur Raya dirilis di bawah label musik Sun Eater melalui platform musik digital sejak 8 November 2019.

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif