Ras Muhamad bersama kolaborator single
Ras Muhamad bersama kolaborator single "IRIE" (Foto: dok. Ras Muhamad)

Ras Muhamad Menyatukan Reggae lewat "IRIE", Bawa Spirit dari Papua, Nusa Tenggara hingga Bali

Agustinus Shindu Alpito • 10 Juli 2026 11:27
Ringkasnya gini..
  • Ras Muhamad merilis "IRIE", lagu reggae yang mengusung optimisme dan merayakan kreativitas Indonesia Timur.
  • Lewat "IRIE", Ras Muhamad menggandeng musisi dan kreator Indonesia Timur untuk menyuarakan solidaritas dan energi positif.
  • Single "IRIE" menjadi simbol optimisme Ras Muhamad sekaligus panggung bagi talenta kreatif dari Indonesia Timur.
Jakarta: Di tengah derasnya arus musik yang semakin dikendalikan algoritma dan tren sesaat, Ras Muhamad memilih mengambil jalan yang berbeda. Single terbarunya, "IRIE", bukan sekadar lagu reggae baru yang dirilis pada 9 Juli 2026, melainkan sebuah manifesto kecil tentang optimisme, solidaritas, dan kebanggaan terhadap talenta dari Indonesia Timur.
 
Dalam budaya Jamaika, irie (dibaca ay-rii) merupakan ungkapan yang berarti keadaan yang baik, damai, atau penuh energi positif. Makna itulah yang menjadi napas utama lagu sekaligus video klipnya. Di tengah situasi yang sering dipenuhi ketidakpastian, baik karena dinamika politik maupun tekanan ekonomi, Ras Muhamad menawarkan pesan sederhana: segala sesuatu akan baik-baik saja selama manusia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam energi negatif.
 
Video klip yang diproduksi di Bali dan Yogyakarta justru menjadi ruang pertemuan berbagai identitas dari kawasan timur Indonesia. Ras Muhamad menggandeng EastPace, sebuah distro berbasis di Bali yang didirikan oleh pemilik asal Sorong, Papua. Kolaborasi tersebut lahir dari kesamaan gagasan bahwa wilayah timur Indonesia menyimpan kreativitas dan potensi yang selama ini belum memperoleh ruang sebesar daerah-daerah lain.
 
Alih-alih menjadikan Papua atau Nusa Tenggara sekadar latar eksotis, proyek ini menghadirkan mereka sebagai pusat narasi. Hampir seluruh sosok penting di balik produksi visual memiliki akar dari Indonesia Timur.

Di kursi sutradara, misalnya, terdapat Alpater, sineas muda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mengarahkan Ras Muhamad bersama dua musisi kolaborator, Polle Hassan, yang memiliki latar Lombok-Larantuka, serta Uncle T, musisi asal Alor yang kini berkarya di Yogyakarta. Sementara itu, Anthony HaileLuJah, musisi asal Kupang, turut berperan sebagai executive producer sekaligus menyumbangkan berbagai gagasan kreatif dalam pengembangan visual.
 
Susunan kolaborasi tersebut membuat "IRIE" terasa lebih sebagai sebuah ekosistem kreatif ketimbang proyek musik biasa. Setiap nama membawa identitas wilayahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu bahasa yang sama: reggae.
 
Pilihan itu juga memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium yang melampaui batas geografis. Reggae yang berasal dari Jamaika justru dipakai untuk mengartikulasikan pengalaman sosial masyarakat Indonesia Timur—mulai dari semangat berkarya hingga keinginan memperoleh pengakuan yang lebih luas.
 
Pesan yang ingin disampaikan pun cukup jelas. "IRIE" mengajak siapa pun untuk terus mencipta, baik melalui musik, desain, video, maupun usaha kreatif lainnya, meski harus berjalan dalam sistem yang dirasa belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat dan para talenta yang tumbuh di dalamnya.
 
Nada kritik tersebut disampaikan tanpa kemarahan yang berlebihan. Sebaliknya, Ras Muhamad memilih optimisme sebagai bentuk perlawanan. Di tangan mereka, irie bukan sekadar kata dari kosakata Rastafari, melainkan simbol untuk terus bergerak, menjaga energi positif, dan tidak kehilangan kreativitas di tengah berbagai tantangan.
 
Pada akhirnya, "IRIE" menunjukkan bahwa kolaborasi lintas daerah bukan sekadar strategi pemasaran. Ia menjadi cara untuk memperlihatkan bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya berpusat di kota-kota besar, melainkan juga tumbuh dari Sorong, Kupang, Alor, Larantuka, hingga Bali. Sebuah pengingat bahwa musik terbaik sering kali lahir bukan dari pusat perhatian, melainkan dari komunitas-komunitas yang terus berkarya meski belum selalu mendapat sorotan.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA