Sekolah musik ini dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman bermusik yang telah dijalani Maliq selama lebih dari dua dekade. Menurut Angga, ide ini sudah lama dibicarakan oleh para personel band.
“Kita udah ngomongin ini lama banget sama anak-anak, sama temen-temen di kantor juga. Karena kita merasa banyak yang bisa di-share dari perjalanan Maliq dan ilmu yang kita udah jalanin selama 20 tahun lebih ini,” kata Angga.
Ia menjelaskan bahwa konsep sekolah tersebut tidak hanya menempatkan musisi sebagai pengajar, tetapi juga membuka ruang dialog antara guru dan murid.
“Di sekolah musik ini kita pengennya antara guru dan murid saling bertukar pikiran, saling bertukar pengalaman, saling bertukar ilmu. Jadi kita nge-share apa yang udah kita pernah lakuin dan kita juga pengen dapet ilmu juga dari murid yang bakal join di Malik Music Lab ini,” ujarnya.
Pada tahap awal, MAD Music Lab akan hadir dalam format pembelajaran digital. Materi nantinya dapat diunduh dan dibagi dalam beberapa segmen yang menjelaskan perjalanan musikal Maliq, mulai dari latar belakang hingga proses kreatif mereka.
“Tahun ini kita bakal keluar dengan metode digital. Jadi bisa di-download nantinya. Ada beberapa segmen, ada beberapa episode di sana yang kurang lebihnya kita akan jelaskan bagaimana Maliq latar belakang bermusiknya, aplikasinya dan hasilnya sampai di hari ini,” tutur Angga.
Baca Juga :
Penyanyi Dangdut Genta KDI Meninggal Dunia
Kalau Ada Kelas “Drama Romantika”?
Kalau benar sekolah ini terwujud, penggemar Maliq mungkin akan membayangkan kurikulum yang tak biasa. Misalnya saja kelas membedah lagu-lagu mereka—termasuk “Drama Romantika”, salah satu lagu yang cukup unik dalam katalog Maliq.Lagu tersebut terdapat dalam album Mata Hati Telinga yang dirilis pada 2009. Dalam sejarahnya, “Drama Romantika” dikenal memiliki nuansa berbeda karena terinspirasi dari musik dangdut, sesuatu yang jarang disentuh band pop-soul seperti Maliq saat itu.
Pengaruh dangdut terasa dari ritme perkusi, groove bass yang lebih “goyang”, serta pendekatan melodinya yang cenderung dramatis. Meski tetap dibalut aransemen khas Maliq yang jazzy dan soulful, lagu ini menunjukkan bagaimana band tersebut berani mengolah inspirasi dari berbagai genre musik Indonesia.
Eksperimen musikal seperti ini pula yang kemungkinan akan dibahas dalam materi MAD Music Lab, bagaimana sebuah band pop dapat mengambil inspirasi dari dangdut tanpa kehilangan identitasnya.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun berkarya, bukan tidak mungkin nantinya para murid di sekolah musik Maliq akan diajak mengupas proses kreatif di balik lagu-lagu mereka.
Termasuk, tentu saja, memahami bagaimana sebuah lagu penuh “drama romantika” bisa lahir dari perpaduan pop, soul, dan sentuhan dangdut khas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News