Perbincangan bermula ketika penggemar menemukan nama Mercury Records dalam kredit resmi lagu tersebut. Dalam keterangan hak cipta, NIKI tercatat sebagai pemilik rekaman master, dengan lisensi eksklusif kepada Mercury Records, label yang berada di bawah naungan Universal Music Group (UMG) Recordings.
Kredit tersebut berbeda dari sejumlah rilisan NIKI sebelumnya yang mencantumkan 88rising, perusahaan musik yang berperan besar dalam memperkenalkan namanya ke pasar internasional.
Perbedaan ini pun memunculkan dugaan bahwa pelantun hits “Every Summertime” tersebut mungkin tengah menjajaki arah baru dalam perjalanan karier musiknya.
Meski demikian, pencantuman Mercury Records dalam kredit “Merry Christmas, Darling” belum dapat dijadikan bukti bahwa NIKI telah resmi mengakhiri kerja samanya dengan 88rising.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari NIKI maupun kedua pihak label yang mengonfirmasi kabar tersebut.
Di sisi lain, kepemilikan rekaman master dan hubungan kontraktual dengan label merupakan dua hal yang berbeda. Kredit lagu tersebut menunjukkan bahwa NIKI memiliki hak atas rekaman master, sementara Mercury Records memperoleh lisensi eksklusif untuk rekaman tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, perubahan kredit pada satu rilisan saja belum cukup untuk memastikan adanya perubahan status kerja sama NIKI dengan 88rising. Para penggemar masih perlu menunggu penjelasan resmi untuk mengetahui lebih jauh mengenai situasi tersebut.
Baca Juga :