Billkiss (Foto: instagram)
Billkiss (Foto: instagram)

Eksplorasi Banyak Genre, Billkiss Jajal Musik Hipdut di Single Baru

Elang Riki Yanuar • 05 Oktober 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Billkiss mengeksplorasi musik hipdut lewat Wanna Be With My Bubu sebagai upaya menemukan warna baru dalam identitas musikal mereka.
  • Wanna Be With My Bubu menjadi lagu paling bucin Billkiss dengan cerita cinta ceria untuk pasangan yang sedang menikmati butterfly era.
  • Tak berhenti di hipdut, Billkiss ingin terus bereksperimen sambil menyiapkan album kedua, jutaan streaming, dan tur di berbagai kota.
Jakarta: Duo musik asal Bogor, Billkiss, kembali memperlihatkan keberanian mengeksplorasi warna baru musik mereka lewat single terbaru berjudul "Wanna Be With My Bubu". Lagu ini menjadi eksperimen mereka dalam menggarap musik hipdut.

Lewat “Wanna Be With My Bubu”, Helvi dan Maulin mencoba menghadirkan karakter musik yang berbeda dari rilisan sebelumnya. Kali ini, keduanya memilih hipdut sebagai medium untuk memperluas identitas musikal Billkiss.

Eksplorasi tersebut dilakukan bukan sekadar mengikuti ramainya musik hipdut. Billkiss memang ingin memiliki karya yang sejak awal dibuat dengan konsep hipdut, bukan mengubah lagu lama menjadi versi remix atau koplo.

“Kita tahu bahwa saat ini gempuran lagu hipdut sedang ramai-ramainya. Sebelumnya Billkiss merilis ‘25 Jam’ dan ‘Tahta’ dalam versi remix dan koplo. Kami merasa harus punya lagu hipdut original, bukan dari lagu yang sudah dirilis sebelumnya,” ujar Helvi, bassist Billkiss.

Bagi Helvi, keputusan Billkiss mencoba hipdut juga berkaitan dengan keinginan mereka untuk terus bereksperimen. Duo tersebut tidak ingin terpaku pada satu warna musik dan justru menikmati proses menemukan karakter baru.
 

“Kenapa hipdut? Kami senang bereksperimen menemukan warna lain dari Billkiss. Dan seseru itu ketika hasilnya sudah jadi,” lanjutnya.

Menariknya, “Wanna Be With My Bubu” bukan lagu yang ditulis oleh Helvi maupun Maulin. Lagu tersebut merupakan karya Ratu Mayang Sari, sahabat Helvi, yang kemudian dipilih untuk dibawakan Billkiss setelah Helvi mendengarnya.

Ratu menciptakan lagu tersebut ketika sedang aktif menulis berbagai tema, mulai dari kisah galau, kebahagiaan, kehidupan, realita, hingga percintaan. Ide untuk membuat lagu bernuansa ceria kemudian muncul di tengah tren musik hipdut.

“Berawal dari lagi sering-seringnya bikin lagu, dari lagu galau, happy, kehidupan, realita, dan jatuh cinta. Tiba-tiba terpikirlah bikin lagu ini,” cerita Ratu.

Ratu kemudian mencoba menghadirkan lagu dengan suasana yang lebih ringan dan menyenangkan. “Lagi maraknya lagu hipdut dan memang lebih cepat kalau nulis lagu happy, jadilah lagu ini,” ungkapnya.

Dari sisi cerita, "Wanna Be With My Bubu" mengangkat perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta dan ingin terus menghabiskan waktu bersama pasangan. Tema tersebut membuat lagu terasa ringan, romantis, ceria, dan dekat dengan pengalaman orang yang sedang menikmati fase manis sebuah hubungan.

Helvi bahkan menyebut single terbaru ini sebagai salah satu karya Billkiss yang paling bucin. “Semua pasangan yang lagi butterfly era cocok banget sama lagu ini,” kata Helvi.

Untuk produksinya, “Wanna Be With My Bubu” dikerjakan di Lancar Jaya Studio. Musik lagu tersebut diproduseri M. Aditia Sahid atau Acoy, gitaris Rocker Kasarung dan Band OmOm.
Proses produksi berjalan cukup lancar bagi Billkiss. Tidak ada kendala besar yang secara khusus menghambat pengerjaan single tersebut hingga akhirnya siap dirilis.

Meski telah menemukan pengalaman baru lewat hipdut, Billkiss belum memastikan genre tersebut akan menjadi arah utama mereka dalam karya berikutnya. Helvi mengatakan duo tersebut masih ingin memberikan ruang bagi eksperimen musikal.

“Bisa ya, bisa tidak. Kami senang bereksperimen. Kami ingin membuat lagu dengan genre-genre baru,” ungkap Helvi.

Di tengah proses eksplorasi musik tersebut, Billkiss juga mulai menyiapkan target yang lebih besar dalam perjalanan karier mereka. Duo ini ingin melanjutkan produksi musik sekaligus memperluas kesempatan tampil di berbagai panggung.

Salah satu target yang sedang mereka kejar adalah menyelesaikan album kedua, mencapai jumlah streaming hingga jutaan pendengar, serta menggelar tur di berbagai kota.

"Kami mengejar album kedua, jumlah streaming yang sampai jutaan pendengar, dan panggung yang banyak. Kami ingin sekali tour," ujar Helvi.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA