Lagu Selamanya menyisihkan empat nomine lain, meliputi lagu Superficial dari Burgerkill, Liturgi Penyesatan dari Down for Life, Slaptika dari Taring, dan Mangsa dari Tikam.
Edy Khemod, drummer Seringai, menyatakan bahwa menang penghargaan tidak pernah menjadi target mereka ketika membuat musik. Menurut Edy, kompetisi juga tidak pernah menjadi budaya di antara "teman-teman musik keras".
"Justru saling rangkul dan dukung. Mungkin itu yang lebih dibutuhkan daripada berkompetisi. Selamat juga untuk saudara-saudara kami dari Burgerkill, Taring, Down For Life, dan Tikam. Kita semua juara!" kata Edy dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.
"Kami kerja keras untuk membuat album terbaru ini. Jadi, ketika ada yang mengapresiasi lebih dengan memberi penghargaan ini, tentu saja saya senang. Terima kasih AMI," imbuh gitaris Ricky Siahaan.
Pengumuman Seringai sebagai pemenang dibacakan dalam malam seremoni AMI di Ecovention Ancol pada Rabu malam, 26 September 2018. Namun kategori tersebut dimasukkan ke sesi off-air tanpa pidato kemenangan, ketika para tamu musisi masih berdatangan dan bersantai di luar ruangan.
Dalam acara penerimaan piala, seperti sebagian besar pemenang kategori lain, pihak Seringai tidak bisa menerima langsung di atas panggung. Edy dan Ricky baru saja datang ke arena ketika pemenang selesai dibacakan.
Selamanya adalah singel dari album ketiga Seringai, Seperti Api. Video musiknya, yang digarap bersama sutradara Surya Adi Susianto, telah dirilis pada awal Juli 2018. Albumnya dirilis pada akhir Juli dalam format CD boxset dan CD reguler. Format CD boxset sebanyak 2.000 duplikat telah habis terjual dalam sepekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News