Album bertajuk Max Havelaar ini berisi sembilan lagu dengan durasi total 51 menit. Grup yang terdiri atas Dedidude (vokalis, gitaris), David Q Lintang (gitaris), Teddy Satrio (bassist), Muhammad Asranur (keyboardist), dan Timur Segara (drummer) ini mengajak sembilan seniman visual untuk berpartisipasi dalam membuat sembilan sampul album. Satu karya visual mewakili satu lagu.

Sembilan seniman itu adalah Saleh Husein, Monica Hapsari, Spencer Jeremiah, Rere, Ayu Dilamar, Lala Bolang, Dmaz Brodjonegoro, Indro Moektiono, dan Dedi.
Secara garis besar, album ini mengakomodasi gagasan-gagasan mereka tentang kehidupan sosial, yang dipotret dalam sembilan ide berbeda. Mulai dari politik, keberagaman yang terancam, sensor yang membabi buta, hingga fase menyembuhkan luka tragedi.
Selain melibatkan para seniman, Max Havelaar juga menggandeng musisi-musisi lain. Mulai dari Hendra (mantan drummer Max Havelaar), Akbar dari Efek Rumah Kaca, Ria dari Are You Alone?, Dika dari Pandai Besi, Ario dari The Adams yang membantu proses mixing, dan Indra Q yang mengeksekusi proses mastering.
Sebagai upaya perkenalan, Max Havelaar lebih dulu merilis singel Tumaritis pada Januari lalu.
Tumaritis merupakan lagu yang merefleksikan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Kata Tumaritis sendiri diambil dari mitologi pewayangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News