Kerusuhan di konser musikologi (Foto: dok. twitter @adminakunhoax)
Kerusuhan di konser musikologi (Foto: dok. twitter @adminakunhoax)

Kronologi Kerusuhan Konser Musikologi di Senayan

Hiburan Konser Musikologi Rusuh
Dhaifurrakhman Abas • 01 Desember 2019 22:58
Jakarta: Salah satu penonton Musikologi 2019, Rivaldi Arya menceritakan kronologi kerusuhan yang terjadi di acara tersebut yang digelar di Senayan, Jakarta pada Sabtu 30 November 2019 di Senayan, Jakarta. Hal itu dia ungkapkan lewat akun twitternya @adminakunhoax.
 
"Ini terlalu extream. Musikologi 2019 endingnya menyedihkan. (Duo Disjoki) Feel Koplo enggak jadi manggung, penonton enggak bisa ketahan emosinya," kata Rivaldi lewat akun twitternya.
 
Rivaldi mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan emosi penonton meluap. Hal pertama yang memicu emosi penonton, menurutnya, lantaran acara musik yang diselenggarakan tidak sesuai jadwal alias ngaret.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pas sore saja ngaretnya sampai sejam. Gimana mereka enggak emosi," paparnya.
 
Dia mencontohkan salah satu pengisi acara, Jason Ranti, yang menurut jadwal akan tampil pukul 18.05 WIB. Namun kenyataannya, kata Rivaldi, Jason Ranti baru naik panggung sekitar pukul 19.00 WIB.
 
Tampaknya bukan hanya Rivaldi yang kecewa. Grup musik Fourtwnty yang seharusnya tampil di acara tersebut memutuskan untuk membatalkan konser malam karena waktu tak sesuai perjanjian.
 
Kronologi Kerusuhan Konser Musikologi di Senayan
Kerusuhan di konser musikologi (Foto: dok. twitter @adminakunhoax)
 
Begitupun Duo Disjoki Feel Koplo yang dijadwalkan tampil di acara puncak. Menurut Rivaldi, saat Feel Koplo mulai naik pentas untuk beraksi, panitia tiba-tiba mematikan lampu dan mengungumkan acara diakhiri secara sepihak. Sontak saja suasana semakin memanas.
 
"Di sinilah kejadian chaos mulai terjadi. Penonton mulai lempar segala sesuatu ke atas panggung, pagar di rubuhin, sound dan alat musik yang ada di panggung dihancurin, ruang panitia diobrak-abrik," sambung dia.
 
Menurut Rivaldi, penonton yang datang langsung meneriaki panitia buat bertanggung jawab. Sebagian lainnya melempar botol, merusak sound system dan membakar tenda panitia.
 
"Mungkin gue mau mewajarkan sih kalo pada emosi. Tapi enggak gini deh caranya mereka protes," tukas Rivaldi.
 
Kronologi Kerusuhan Konser Musikologi di Senayan
Kerusuhan di konser musikologi (Foto: dok. twitter @adminakunhoax)
 
Kerusuhan yang terjadi juga dibenarkan vokalis band Seringai, Arian Arifin. Arian mengatakan, pihaknya bahkan menjadi korban dari agenda musik yang berjalan lelet dan tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya oleh penyelenggara.
 
"Iya. acara ngaret 2 jam. Seringai mustinya main jam 9.45 (21 45 WIB), akhirnya main jam 00.05 (WIB)? Setlist kami cut jadi 30 menit (seharusnya 1 jam), tapi pas di atas masih diminta di-cut," kata Arian, melalui cuitan twitternya @aparatmati pada Minggu, 1 Desember 2019.
 
Meski merasa kesal dengan pihak penyelenggara, namun Arian menyayangkan aksi rusuh yang dilakukan massa. Menurutnya hal itu tidak boleh terjadi.
 
"Tapi bagaimanapun se-chaos apapun event festival gue sih enggak ngebenerin crowd yang ngancurin stage, sound system, bakar tenda, dan lainnya. yang rugi pada akhirnya juga fans musik, izin event jadi bisa dipersulit juga kan," tandasnya.
 
Musikologi adalah event tahunan yang sudah berjalan lebih dari lima tahun. Tahun ini Musikologi yang mengangkat tema Musik Sebagai Pemersatu Bangsa menampilkan sederet musisi Tanah Air seperti Fourtwnty, Kunto aji, Nosstress, Jason ranti, Iksan skuter, Amigdala, Rubah di Selatan, Seringai dan lainnya.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif