Gelaran konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa  telah digelar pada 10 Desember 2017 di XXI Ballroom Djakarta Theater. (Foto: Istimewa)
Gelaran konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa telah digelar pada 10 Desember 2017 di XXI Ballroom Djakarta Theater. (Foto: Istimewa)

Kemeriahan Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa

Cecylia Rura • 12 Desember 2017 11:54
Jakarta: Gelaran konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa  telah digelar pada 10 Desember 2017 di XXI Ballroom Djakarta Theater. Penyanyi era 70-an ini membawakan 20 lagu, termasuk hits populernya, Teluk Bayur.
 
Konser dibuka dengan lagu I’ve Told Every Little Star  yang dibawakan oleh cucu Ernie Djohan, Nayla Danika. Konser berlanjut dengan alunan medley lagu-lagu berbahasa asing.
 
Sebagai penyanyi, Ernie Djohan menguasai banyak bahasa asing, ia pun membawakan beberapa judul lagu dalam bahasa asing seperti Dil Deke Dekho , lagu berbahasa India dan Wakare, lagu berbahasa Jepang.

Kemeriahan Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa
(Foto:Istimewa)
 
Meski telah melanglang buana ke berbagai belahan dunia, Ernie Djohan menunjukkan kecintaannya pada akar budaya leluhurnya dalam lagu Jaso Mande  yang menutup medley lagu-lagu dari berbagai belahan dunia.
 
Helmy Yahya yang malam itu didapuk menjadi pembawa acara mengundang beberapa sahabat Ernie Djohan seperti Anwar Fuady dan Widyawati untuk naik ke atas panggung, berbagi cerita tentang karya-karya Ernie Djohan dalam kancah hiburan dan perfilman Indonesia.
 
Hadir pula Sys NS dan Yuni Shara yang bercerita tentang bagaimana musik Ernie Djohan menyentuh kehidupan mereka, sebelum konser dilanjutkan kembali dengan penampilan dari bintang utama konser ini.
 
Kemeriahan Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa
(Foto:Istimewa)
 
Dalam konser ini, Ernie Djohan tidak tampil sendiri, Marcell Siahaan dan Lucky Octavian turut menyumbang suara mereka membawakan ulang lagu hits Ernie seperti Mengapa Tiada Maaf dan Senja di Batas Kota.
 
Ernie Djohan pun menyanyikan langsung di depan publik, untuk pertama kalinya, lagu duetnya dengan Lucky Octavian, Alhamdulillah, yang baru-baru ini dirilis. Sedangkan bersama Marcell, Ernie berduet membawakan lagu Mutiara yang Hilang. Ernie juga sempat mempersembahkan sebuah lagu yang diciptakan oleh kakaknya, Rully Djohan, yang berjudul Bahagia Indonesia.
 
Kemeriahan Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa
(Foto:Istimewa)
 
Penampilan Ernie Djohan yang tampak prima malam itu tak hanya menyoal lagu-lagu yang ia bawakan dengan vokal apik. Ernie Djohan membuktikan dirinya sebagai entertainer sejati dengan berbagai celetukan dan selorohan yang ia selipkan di antara lagu-lagu, yang membuat penonton ikut tertawa dan semakin menikmati jalannya konser.
 
Menjelang penghujung konser, Ernie Djohan juga mengundang Tamara Geraldine ke atas panggung untuk memperkenalkan buku Ernie, Dongeng Jazirah Si Teluk Bayur  yang ditulisnya dan merupakan reka cipta dari kisah hidup Ernie Djohan. Buku ini rencananya akan dirilis untuk publik bertepatan dengan perayaan Hari Ibu mendatang.
 
Kemeriahan Konser Ernie Djohan: 55 Tahun Berkarya untuk Bangsa
(Foto:Istimewa)
 
Sebelum menutup konsernya, Ernie Djohan memberikan rangkaian bunga untuk Benny Suherman dan istri, Agum Gumelar dan istri, John Wiwiek dari Malibu, Akhmad Tamim S dari ATM Entertainment, serta penyanyi Tetty Kadi dan Aida Mustafa sebagai tanda ucapan terima kasih dan rasa syukurnya atas dukungan untuk konser ini.
 
Konser pun ditutup dengan lagu Kau Selalu Di Hatiku  dan juga kejutan spesial berupa munculnya sang putri tercinta, Shanna Daniella,  bersama kedua cucu Ernie Djohan di atas panggung untuk memberikan rangkaian bunga kepada Ernie Djohan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA