Anggota grup musik Stepforward. (Foto: Medcom)
Anggota grup musik Stepforward. (Foto: Medcom)

Stepforward Tandai Tiga Dekade Bermusik Lewat EP "Tak Pernah Mati"

Agustinus Shindu Alpito • 30 Agustus 2026 16:17
Ringkasnya gini..
  • Band hardcore Jakarta, Stepforward, merilis EP "Tak Pernah Mati" pada 30 Agustus 2026 untuk merayakan 30 tahun perjalanan musik mereka.
  • EP ini berisi 5 lagu, menggabungkan materi baru bersama mendiang Ricky Siahaan dan aransemen ulang dari album debut tahun 2003.
  • Proses mixing digarap Invasion Studio, kini mini album tersebut sudah dapat didengarkan di Spotify, Apple Music, dan platform digital lain.
Jakarta: Grup musik hardcore legendaris asal Jakarta, Stepforward, resmi menandai perjalanan tiga dekade mereka dengan merilis EP (album mini) terbaru bertajuk Tak Pernah Mati pada 30 Agustus 2026. Rilisan ini menjadi kelanjutan dari single berjudul sama yang meluncur pada awal Juli 2026.
 
Bagi Stepforward yang kini digawangi oleh Jill van Diest (vokal), Fajar Arifan (drum), Junas Mirardiarsyah (bas), dan Roma Sophiaan (gitar), usia 30 tahun bukan sekadar selebrasi masa lalu. Rilisan ini menjadi pembuktian konsistensi serta pernyataan sikap bahwa energi dan semangat yang mendasari pembentukan band sejak 1995 tetap hidup.
 
"Sebuah keyakinan bahwa apa yang pernah dibangun, diperjuangkan, dan dipercaya, tidak begitu saja hilang oleh waktu. Musik hardcore mungkin berubah. Orang-orang datang dan pergi. Generasi berganti. Tetapi energi, semangat, dan suara yang menjadi alasan Stepforward berdiri sejak awal tetap menemukan jalannya untuk hidup kembali," ungkap pemain bas, Junas Miradiarsyah.

Materi Album dan Penghormatan untuk Mendiang Ricky Siahaan


EP Tak Pernah Mati memuat lima lagu yang menggabungkan materi baru dan aransemen ulang:
Tiga Lagu Baru: "Angkara," "Tak Pernah Mati," dan "Camkan Memarku." Ketiga lagu ini diciptakan bersama mendiang gitaris Ricky Siahaan dan belum pernah direkam atau dirilis sebelumnya.
Dua Aransemen Ulang: "Forever Stand Undivided" dan "Perempuan." Kedua lagu yang berasal dari album debut Stories of Undying Hope (2003) ini direkam ulang dengan sentuhan aransemen baru.
 
Sebagai satu-satunya anggota pendiri yang tersisa sejak 1995, Jill van Diest mendedikasikan EP ini secara khusus untuk almarhum Ricky Siahaan. Jill menyebutkan bahwa materi EP ini sebenarnya berpotensi dikembangkan menjadi album penuh, namun proses pembuatannya memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi seluruh personel.

"Seharusnya ini menjadi EP kita, Ky. Sebenarnya, sejak dulu pun materi ini bisa saja berkembang menjadi album penuh. Tapi tidak ada penyesalan, karena proses pembuatannya menjadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi kami semua. Setiap orang memberikan yang terbaik, tetap dengan arahanmu, yang entah bagaimana masih terasa, sambil membawa warna mereka masing-masing. Elo adalah juara sekaligus sosok jenius, Ky. Selama ini, elo adalah mastermind di balik Stepforward. Untuk semua itu, terima kasih, brother. Semoga di mana pun elo berada, elo masih bisa bangga dengan hardcore unit-mu yang satu ini," tutur Jill.

Proses Produksi dan Ketersediaan Digital


Proses rekaman EP dilakukan di Studio Dexter, Jakarta, bersama tim penata suara Heston Prasetyo, Johanes Abiyoso, dan I Wayan Eka Wiguna. Sementara itu, tahap mixing dan mastering ditangani oleh Praditya Putra dari Invasion Studio, studio yang sebelumnya menggarap album milik Seringai, Negatifa, Modern Guns, Final Attack, hingga Godplant.
 
Saat ini, EP Tak Pernah Mati sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital, seperti Bandcamp, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
 


 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA