Konser tersebut sekaligus menjadi ajang promosi album terbaru bertajuk DETOX yang resmi dirilis pada Februari 2025 lalu. Bagi ONE OK ROCK, album ini bukan sekadar rilisan studio ke-11, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier musik mereka yang memasuki usia 20 tahun pada 2025.
Berbeda dari rilisan album sebelumnya seperti Luxury Disease (2022), Eye of the Storm (2019), Ambitions (2017), dan 35xxxv (2015), bagi ONE OK ROCK album ini terasa sangat spesial bagi para personel.
Di album DETOX, Taka (vokal), Toru (gitar), Ryota (bass), dan Tomoya (drum) membawa ONE OK ROCK ke level baru dengan eksplorasi musik yang lebih segar dan berani dengan menggabungkan energi alternative rock, semangat pop punk, dan sentuhan elektronik yang memperkaya setiap komposisi dalam setiap trek.
Album ini sendiri dirilis di bawah naungan label musik Fueled By Ramen yang telah mengorbitkan band-band ikonik seperti Paramore, Fall Out Boy, Panic! At The Disco, Twenty One Pilots, dan Basement. Berkat kerja sama ini, ONE OK ROCK pun berhasil menggandeng produser-produser kelas dunia.
Evolusi musikalitas ini kian solid berkat kerja sama mereka dengan label ternama Fueled By Ramen. Melalui jaringan ini, ONE OK ROCK berhasil menggandeng deretan produser kelas dunia. Di antaranya adalah pemenang Grammy Awards, Rob Cavallo (Green Day), serta nominator Grammy, Dan Lancaster (Bring Me The Horizon, Blink-182) dan Pete Nappi (Jon Batiste).
Taka Ungkap Makna & Inspirasi Lahirnya Album DETOX Saat Konser di Jakarta
Di sela-sela penampilan bertenaga mereka di Indonesia Arena, Taka pun menyempatkan diri untuk membeberkan secara detail mengenai makna mendalam dan keresahan yang melatarbelakangi lahirnya album DETOX. Bagi Taka, album ini adalah sebuah respons jujur terhadap kondisi global yang ia rasakan kian mengkhawatirkan."Beberapa tahun terakhir kami memang merasa kembali ke akar musik kami, kembali ke nuansa rock and roll yang lebih kuat. Tapi album kali ini terasa jauh lebih spesial. Karena sekitar empat tahun lalu, saya mulai sadar kalau dunia ini sedang menuju kekacauan besar. Saya benar-benar merasakannya," ungkap Taka mengenai album DETOX.
Taka pun menegaskan bahwa ONE OK ROCK tidak sedang membawa agenda politik, melainkan murni bergerak atas dasar kemanusiaan dan pesan perdamaian universal yang ingin mereka sampaikan.
"Sebagai musisi, sebagai band rock, dan juga sebagai orang Jepang, saya merasa kami harus menyampaikan sesuatu kepada dunia. Bukan berarti kami sedang membawa agenda politik atau semacamnya. Kami bukan pemerintah. Kami cuma band rock and roll. Kami hanyalah musisi," lanjutnya.
Keresahan ONE OK ROCK Terhadap Musisi Jepang yang Apatis dengan Isu Sosial & Politik
Ia juga menyoroti bagaimana musisi Jepang kerap memilih bungkam terhadap isu-isu sosial karena menghindari pusaran kritik.
"Saya pribadi tidak peduli soal kubu kiri atau kanan. Karena kalau salah satu sisi hilang, keseimbangan itu juga akan runtuh. Pada akhirnya, manusia seharusnya saling membantu satu sama lain. Banyak artis Jepang memilih untuk tidak menyentuh isu-isu seperti itu karena takut diserang atau dikritik, tapi saya tidak peduli. Kalau ada yang mau menyerang kami karena hal itu, silakan saja. Ya, mungkin itu sedikit bercanda, tapi serius, saya mencurahkan begitu banyak energi dan emosi untuk album ini," tutur Taka.
Di penghujung narasi emosionalnya, Taka pun mendedikasikan materi dalam album DETOX sebagai sebuah penawar dan ruang aman bagi para penggemar yang sedang berjuang melewati titik terendah dalam hidup mereka akibat tekanan realita yang berat.
"Tapi kalau kalian bangun pagi dan merasa hidup sedang berat, merasa lelah, merasa tidak baik-baik saja, itu bukan sesuatu yang harus dianggap normal. Mungkin musik bisa sedikit membantu kalian. Tapi dunia sekarang memang sedang benar-benar kacau. Karena itulah saya membuat album ini," ungkapnya.
"Saya berharap pesan di album ini bisa sampai ke kalian semua. Dan saya juga sangat menghormati siapa pun kalian, apa pun gender dan pandangan kalian," tutup Taka mewakili ONE OK ROCK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News