Kunto Aji memenangkan kategori tersebut melalui single terbarunya, “bERANI”. Ia berhasil mengungguli sejumlah musisi lain yang masuk dalam nominasi, yakni Arash Buana, Danilla, Oslo Ibrahim, dan Sal Priadi.
Dalam pidato kemenangannya, Kunto Aji memilih menyampaikan apresiasi kepada para pendengar yang selama ini mendukung perjalanan bermusiknya. Ia juga menyinggung pentingnya memberi ruang bagi orang-orang yang suaranya kerap luput dari perhatian.
“Terima kasih buat pendengar-pendengar saya. Saya ada di sini, saya akan mewakili teman-teman semua, karena tanpa pendengar saya bukan siapa-siapa," ungkap Kunto Aji.
Ia kemudian menyampaikan komitmennya untuk terus menyuarakan berbagai aspirasi yang belum mendapat perhatian. Pesan tersebut ditutup dengan seruan yang menegaskan keberpihakannya kepada masyarakat.
Baca Juga :
Idgitaf Sabet 3 Penghargaan di AMI Awards ke-29, Termasuk Kategori Album Terbaik Terbaik
"Untuk suara-suara tak terdengar di luar sana, akan sebisa mungkin saya suarakan. Power to the people,” tuturnya.
Sebagai informasi, “bERANI” dirilis pada 25 Juni 2026 dan menjadi single pembuka menuju album keempat Kunto Aji, Kuda Hitam. Lagu ini mengangkat keberanian untuk tetap hadir, menjaga, dan menemani orang yang dicintai di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Pesan tersebut terasa melalui penggalan lirik, “Melati, sehancur apapun itu, aku akan menjagamu” dan “kita mulai lagi dari puing-puing”. Lewat dua baris tersebut, “bERANI” tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang kesediaan untuk bertahan dan membangun kembali sesuatu yang telah runtuh.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini, pesan tentang menjaga dan memulai kembali terasa semakin relevan. Lagu tersebut seolah mengingatkan bahwa di tengah keadaan yang sulit, selalu ada harapan dan alasan untuk terus melangkah.
Baca Juga :