Bagi Rasyiqa, lagu tersebut bukan sekadar karya yang sudah lama dikenalnya. Ia mengaku baru benar-benar memahami makna Jangan Kau Lepas setelah memasuki fase kehidupan yang berbeda.
"Aku sudah tahu lagu ini hampir seumur hidupku, tapi baru memahaminya belum lama ini," ujar Rasyiqa.
Menurutnya, lagu itu telah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ia pertama kali mengenalnya melalui televisi, pemutar musik milik sepupunya, hingga daftar putar yang dibuat mendiang kakak laki-lakinya.
Baca Juga :
Tommy Lee Kenang Titik Terendah Kecanduan Narkoba, Sempat Suntikkan Whiskey ke Pembuluh Darah
"Selama bertahun-tahun, ini sekadar lagu yang muncul secara berkala dalam hidupku. Lalu pada suatu hari, aku mulai memahaminya dengan cara yang baru," katanya.
Perubahan cara pandang terhadap lagu tersebut dipengaruhi berbagai pengalaman pribadi yang dialaminya dalam dua tahun terakhir, termasuk kesempatan menyaksikan penampilan Alexa secara langsung untuk pertama kalinya.
Keinginan mengaransemen ulang lagu itu kemudian mendorong Rasyiqa menghubungi gitaris Alexa sekaligus pencipta Jangan Kau Lepas, Nur Satriatama, untuk meminta izin sekaligus menjelaskan konsep yang ingin ia hadirkan.
"Sejujurnya aku gugup saat mengontak Mas Satrio, karena ini adalah lagu yang begitu ikonik dan sungguh berarti bagi banyak orang. Untungnya, beliau sangat hangat dan suportif terhadap idenya sejak awal. Mendapatkan restunya terasa sangat bermakna sepanjang prosesnya," ungkap Rasyiqa.
Dalam proses produksinya, Rasyiqa menggandeng Pandu Priyanto dan Dimas Poncodiwiryo dari grup FILM sebagai produser. Keduanya juga kerap mendampinginya saat tampil di atas panggung.
Alih-alih mengubah lagu tersebut secara drastis, mereka memilih mempertahankan karakter asli Jangan Kau Lepas sembari menambahkan sentuhan baru.
"Kami tidak berusaha merombak lagunya secara total. Bagian serunya adalah menemukan hal-hal kecil yang dapat membuat lagu ini terasa seperti milik kami, namun tetap menghormati apa yang membuatnya dicintai dari awal," jelas Rasyiqa.
Hasilnya, versi terbaru Jangan Kau Lepas tetap mempertahankan nuansa yang familiar, namun diperkaya dengan elemen synthesizer, vokal latar, serta solo gitar baru yang dimainkan oleh Pandu Priyanto.
Baca Juga :
Oasis Geser The Beatles, Morning Glory Resmi Jadi Album Studio Terlaris Sepanjang Masa di Inggris
"Solo gitar itu adalah salah satu tambahan favoritku," ujarnya.
Menariknya, proyek ini ternyata menjadi awal dari rencana yang lebih besar. Rasyiqa mengungkapkan bahwa Jangan Kau Lepas akan menjadi bagian dari sebuah mini album yang berisi interpretasinya terhadap sejumlah lagu pop Indonesia yang memiliki makna khusus dalam hidupnya.
"Mungkin itu yang terjadi saat menemukan kembali sebuah lagu di fase hidup yang berbeda. Kita mulai menyadari detail-detail yang sudah ada sejak dulu, namun entah kenapa terasa benar-benar baru. Itulah perasaan yang ingin saya tangkap di versi ini," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda