Lewat acara Hearing Session Album Kasablanka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6), Basboi mengajak para awak media untuk mendengarkan seluruh trek album ini. Uniknya, hal tersebut dilakukan dalam sebuah bus sambil menyusuri kawasan Kasablanka.
Dalam kesempatan tersebut, Basboi menjelaskan bahwa proses penyusunan 15 lagu di album Kasablanka tidak mengikuti pola tertentu dan lebih banyak dipandu oleh perasaannya.
Rapper dengan nama asli Baskara Rizqullah itu mengatakan bahwa ia tidak menulis liriknya secara eksplisit sebelum merekam lagu. Melainkan, ia hanya mencurahkan isi hatinya saat mendengar nada.
“Karena kebetulan untuk album Kasablanka ini, gue nulis liriknya juga bukan yang kayak ditulis banget gitu. Mungkin bahasa teknisnya hari ini dibilangnya punch-in ya, di mana beat diputer terus gue langsung me-record per bar atau per tiga bar, per empat bar,” jelas Basboi.
“Semuanya gue sprout aja gitu, tanpa banyak dipikirin, tanpa kayak... Kayak gue nggak peduli teknikalitas apa-apa sekali di sini. Gue cuma pengen nge-deliver energi gue, perasaan gue,” lanjutnya.
Basboi pun sadar bahwa kata-kata yang terlontar dalam trek album Kasablanka berpotensi menyinggung beberapa pihak. Ia pun meminta maaf dan berdalih bahwa ini hanyalah perasaan yang keluar saat proses rekaman.
“Jadi, bisa dibilang walaupun tadi terkesan kayak gue ngomong asal-asal, tapi kurang lebih itu psikis gue yang kalian dengar tadi. Karena itu yang keluar off the top dari kepala gue. Kalau offensive dan lain-lain, dengan rendah hati gue mengucapkan mohon maaf sebelumnya,” tuturnya.
Di akhir sesi, Basboi sadar bahwa musiknya tidak bisa dinikmati semua orang. Ia mengaku tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut dan hanya ingin menyampaikan keresahan yang ia rasakan selama tinggal di kawasan Kasablanka.
“Tapi, that's me guys. Maybe I'm not for everyone. Tapi ya, itu sih. Semoga semua perasaan yang ada di diri gue, yang gue kumpulkan selama tinggal di Kasablanka, bisa ter-deliver gitu,” pungkasnya.
Tentang Album Kasablanka
Lebih dari sekadar album tentang gaya hidup metropolitan, Kasablanka menjadi proyek yang memperlihatkan versi paling orisinil dari Basboi.Album ini merefleksikan perjalanan hidup Basboi sebagai perantau asal Medan yang sempat berkembang di Bandung sebelum akhirnya membangun kehidupan dan identitas kreatifnya di Jakarta, khususnya kawasan Kasablanka.
Secara musikal, Kasablanka mempertemukan sejumlah nama dari latar berbeda yang tetap berada dalam frekuensi kreatif yang sama: Quest, Pierre Lynx, Raka, dan Duffy D sebagai feature yang membuat album ini terasa semakin hidup, reflektif, centil, hingga rusuh.
Sementara dari sisi produksi, Kasablanka bergerak liar dari trap yang gelap dan keras hingga musik yang lebih melodis dan emosional.
Concerto dan Panji Wisnu menjadi fondasi utama suara album ini, bersama Ryldryl, IVAN, prodyuji.mp3, Panjoypickup, hingga nama internasional seperti Igorbeats, lyricslesson dari Amerika Serikat, sampai Nino dari Bangkok.
Album Kasablanka akan dirilis pada 5 Juni 2026 di seluruh platform musik digital.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News