Raim Laode (dok. YouTube/raimlaode)
Raim Laode (dok. YouTube/raimlaode)

Lirik Lagu "Iqro" dan Makna Mendalam di Balik Single Terbaru Raim Laode

Elang Riki Yanuar • 22 Februari 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Raim Laode rilis single religi “Iqro’” pada 6 Februari 2026, ajak refleksi spiritual sambut Ramadan.
  • Lewat “Iqro’”, Raim mengajak “membaca” tanda kebesaran Tuhan dan menyadari bahagia ada di saat ini, bukan nanti.
  • “Iqro’” hadirkan renungan soal waktu, makna hidup, dan kerendahan manusia di hadapan Sang Pencipta.
Jakarta: Musisi sekaligus komika asal Indonesia, Raim Laode, kembali memperkenalkan single terbarunya bertajuk Iqro’ yang dirilis pada 6 Februari 2026.
 
Lagu bernuansa religius ini hadir menjelang bulan suci Ramadan dan langsung menarik perhatian publik, dengan lirik dan visual video klip yang mengajak pendengar merenungkan perjalanan hidup serta fenomena kehidupan secara lebih dalam melalui sudut pandang spiritual. 
Makna Lagu “Iqro’”
 
Lagu Iqro’ diposisikan sebagai ajakan reflektif untuk “membaca” tanda-tanda kebesaran Tuhan dalam realitas sehari-hari, bukan sekadar baca literal, tetapi memahami pesan yang tersembunyi di balik pengalaman hidup dan ciptaan-Nya. 
Melalui liriknya, Raim Laode menggambarkan pergulatan batin tentang waktu, posisi manusia dalam semesta, serta pencarian makna hidup yang sejati, termasuk pengakuan bahwa manusia sering kali lupa akan keterbatasannya di hadapan kebesaran Ilahi, dan bahagia sejati ditemukan dalam kesadaran saat ini, bukan masa depan. 

Berikut lirik lagu “Iqro” Raim Laode 


Bintang bintang dan pepohonan
Kedua bersujud pada-Nya
Masih kukagum tentang langit
Kokoh nan tinggi tak bertiang

Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
 
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Semua Kau cipta berpasang
 
Sebab hanya Engkau yang satu
Seluruh bima sakti sujud
Tak ada satu pun yang luput
Siapakah aku sebenarnya 
 
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
 
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Baru aku mengerti
 
ternyata bahagia
bukan perkara nanti tetapi sekarang
Harta paling berharga
bukanlah materi
Tetapi tentang waktu
tak bisa kutahan
 
(Maulia Chasanah)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA