Erix Soekamti (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Erix Soekamti (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Komentar Erix Soekamti soal Lagu Jogja Istimewa Dipakai Kampanye Pendukung Prabowo

Hiburan Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 16 Januari 2019 09:35
Jakarta: Erix Soekamti, seniman dan pentolan grup Endank Soekamti, mendukung langkah rapper Marzuki Mohamad alias Kill the DJ membawa kasus pencatutan lagu Jogja Istimewa ke ranah hukum. Menurut Erix, ini bisa menjadi pelajaran bersama bagi publik terkait penghargaan karya cipta seniman.
 
"Ya harus protes. Ada hak eksklusif pencipta lagu, di mana kalau lagunya dimodifikasi, berarti dia harus izin ke penciptanya. Jangankan modifikasi, (lagu) dibawakan saja harus permisi dulu," kata Erix kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa malam, 15 Januari 2019.
 
Menurut Erix, langkah Marzuki mewakili apa yang bisa dilakukan setiap pencipta lagu di Indonesia terkait hak eksklusif atas karya mereka. Dia berharap pencipta lagu punya sikap jelas, termasuk mendaftarkan hak cipta lagu lewat penerbit musik masing-masing.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ribut-ribut, datanya jelas, sudah ada aktanya, karena lagu seperti aset yang harus kita lindungi," ujar Erix.
 
"Dengan peristiwa ini, aku berharap semoga semakin membuka pikiran kita sebagai musisi untuk sadar akan aset yang kita punya, yaitu lagu," imbuhnya.
 
Marzuki protes lagu ciptaannya, Jogja Istimewa, dijiplak sebagai lagu kampanye Pilpres 2019 oleh sekumpulan pendukung pasangan calon Prabowo-Sandi di Yogyakarta tanpa izin. Rekaman video lagu modifikasi itu disebarkan di media sosial pertama kali oleh warganet bernama alias @CakKhum pada 10 Januari 2019.
 
Marzuki menyatakan tidak pernah memberikan izin pemakaian lagu ini untuk kepentingan kampanye politik. Dia sempat membuka kesempatan permintaan maaf, tetapi tidak mendapat respons yang diharapkan. Dia lantas melaporkan akun penyebar rekaman videonya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa sore.
 
Kendati begitu, dia masih membuka kesempatan mediasi.
 
"Tergantung respons dari mereka ya," kata Marzuki dalam program Metro Hari Ini di Metro TV.
 
"Tujuan saya adalah pembelajaran kepada publik, bahwa kita harus benar-benar menghormati dan menghargai karya-karya orang lain, tidak asal comot. Itu penting sekali," pungkasnya.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi