Lagu "Duka" juga akhirnya masuk sebagai salah satu trek di album penuh ketiga Last Child bertajuk Surat Cinta Untuk Starla (2017).
Makna Lagu "Duka" - Last Child
Lagu “Duka” dari Last Child menggambarkan kehancuran emosional seseorang setelah ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya. Perpisahan tersebut digambarkan begitu menyakitkan hingga membuatnya merasa kehilangan kemampuan untuk kembali bangkit dan menjalani hidup.
Baca Juga :
Lirik dan Makna Lagu "Titik Nadir" - Kahitna ft Monita Tahalea, Kenyataan Pahit Ditinggal Nikah
Ungkapan tentang “sayap” yang dipatahkan menjadi simbol bahwa kepergian sang kekasih telah merenggut harapan dan kekuatannya. Meski sadar bahwa hubungan itu telah berakhir dan orang yang dicintainya bukan lagi miliknya, hatinya masih terus menolak kenyataan. Ia bahkan harus berulang kali berusaha “terjaga dari mimpi” agar tidak terjebak dalam bayangan masa lalu.
Di sisi lain, “Duka” juga berbicara tentang kerinduan yang tumbuh dari kenangan. Sosok yang telah pergi tetap hidup melalui bayang-bayang, canda tawa, dan berbagai pengalaman yang pernah mereka lewati bersama. Menariknya, bukan hanya momen bahagia yang dirindukan, tetapi juga “indahnya duka” dalam hubungan tersebut.
Setiap air mata justru semakin menguatkan rasa rindu, menunjukkan bahwa melupakan seseorang tidak selalu berarti menghapus kenangan tentangnya. Pada akhirnya, lagu ini menjadi gambaran tentang seseorang yang tahu bahwa ia harus melepaskan, tetapi masih memilih memeluk kenangan karena itulah satu-satunya hal yang tersisa dari cinta yang pernah dimilikinya.
Lirik Lagu "Duka" - Last Child
Kau membunuhku dengan kepedihan iniKau hempaskanku ke dalam retaknya hati
Hingga air mata tak mampu 'tuk melukiskan perih
Yang kauukir dalam hati ini
Kauhancurkan diriku saat engkau pergi
Setelah kaupatahkan sayap ini
Hingga ku takkan bisa 'tuk terbang tinggi lagi
Dan mencari bintang yang dapat menggantikanmu
Sampai kini masih kucoba
'Tuk terjaga dari mimpiku
Yang buatku tak sadar bahwa kau bukan lagi milikku
Walau hati tak akan pernah
Dapat melupakan dirimu
Dan tiap tetes air mata yang jatuh, kuatkan rinduku
Pada indah bayangmu
Canda-tawamu
Pada indahnya duka dalam kenangan kita
Kauhancurkan diriku saat engkau pergi
Setelah kaupatahkan sayap ini
Hingga ku takkan bisa 'tuk terbang tinggi lagi
Dan mencari bintang yang dapat menggantikanmu
Sampai kini masih kucoba (masih kucoba)
'Tuk terjaga dari mimpiku
Yang buatku tak sadar bahwa kau bukan lagi milikku
Walau hati tak akan pernah (tak akan pernah)
Dapat melupakan dirimu
Dan tiap tetes air mata yang jatuh, kuatkan rinduku
Pada indah bayangmu
Canda-tawamu
Pada indahnya duka dalam kenangan kita
Sampai kini masih kucoba (masih kucoba)
'Tuk terjaga dari mimpiku
Yang buatku tak sadar bahwa kau bukan lagi milikku
Walau hati tak akan pernah (tak akan pernah)
Dapat melupakan dirimu
Dan tiap tetes air mata yang jatuh, kuatkan rinduku
Pada indah bayangmu
Canda-tawamu
Pada indahnya duka dalam kenangan kita