Glenn Fredly (Foto: Medcom/Cecylia)
Glenn Fredly (Foto: Medcom/Cecylia)

Glenn Fredly Galang Petisi Dukungan Ambon Menjadi Kota Musik Dunia

Hiburan Glenn Fredly
Purba Wirastama • 15 Mei 2019 18:18
Jakarta: Langkah untuk menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia di Indonesia berlanjut. Glenn Fredly dan RIdho Hafiedz (Slank), dua musisi yang ikut mengawal prosesnya sejak tiga tahun terakhir, menggalang dukungan dari publik lewat petisi online.
 
Lewat platform situs web change.org, Glenn dan Ridho memulai sebuah petisi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan judul "Dukung Ambon Menjadi Kota Musik Dunia Oleh UNESCO". Petisi dimulai sejak Selasa, 14 Mei 2019. Hingga Rabu siang ini, pendukungnya telah mencapai lebih dari 15 ribu orang.
 
Kota Ambon di Maluku memang telah dicanangkan sebagai kota musik dunia oleh pemerintah pusat pada 29 Oktober 2016. Kala itu, Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), pemprov Maluku, dan pemkot Ambon membuat pernyataan bersama di hadapan khalayak Ambon di Lapangan Merdeka, bahwa mereka berkomitmen menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia lewat UNESCO (badan organisasi PBB untuk urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Glenn dan Ridho merunut latar belakang kelayakan Ambon sebagai kota musik dunia, termasuk rekam jejaknya terkait musik. Salah satunya adalah pemilihan kota Ambon sebagai tempat Konferensi Musik Indonesia perdana pada 2018.
 
Konferensi tiga hari ini diusulkan dan dirancang oleh Glenn setelah dia mendapatkan tempat dalam kepengurusan PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia). Hasilnya adalah 12 poin pemikiran tentang masalah industri musik, yang telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
 
Aspek lain adalah bahwa banyak musisi dan penyanyi asal Maluku yang berkontribusi besar bagi perjalanan industri musik Indonesia hinga saat ini. "Kami meyakini bahwa musik menjadi katalisator penting bagi orang Maluku," tulis mereka.
 
Mereka juga menceritakan bagaimana musik ikut merajut kedamaian di Ambon pada 2005. Kala itu, setelah melewati konflik horizontal panjang, sebuah pertunjukan musik digelar di Lapangan Merdeka dan dihadiri puluhan ribu warga. Glenn dan Ridho ikut tampil dan "menyaksikan bagaimana musik yang kami mainkan bersama musisi serta penyanyi lainnya, menjadi perajut perdamaian dan kemanusiaan yang sangat ampuh."
 
Kendati begitu, kata mereka, Maluku punya persoalan sosial yang harus dibenahi, meliputi pendidikan, kesejahteraan, dan lingkungan hidup. Menurut data BPS keluaran Februari 2019, tingkat pengangguran terbuka Maluku menempati posisi ketiga secara nasional.
 
Mereka menilai bahwa musik sangat dekat dengan inovasi dan teknologi, dan dengan demikian bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi. "Musik dapat mendorong serta mensukseskan program pembangunan berkelanjutan (SDGs) dari PBB," tulis mereka.
 
Lewat Ambon Music Office, Glenn dan Ridho akan menyerahkan formulir aplikasi kota musik dunia kepada UNESCO. Mereka mengklaim telah mendapat dukungan dari beberapa negara jaringan kota musik dunia, seperti Australia dan Korea Selatan.
 
"Petisi ini menjadi berharga untuk melengkapi serta meyakinkan UNESCO, bahwa kota Ambon di Maluku, dengan segala rekam jejaknya melalui musik, layak untuk menjadi bagian dari jaringan kota musik dunia," ujar Glenn dan Ridho.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif