Slank (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Slank (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Slank Dicibir Soal Ngaji, Mahfud MD Beri Pembelaan

Purba Wirastama • 09 April 2019 12:17
Surabaya: Seorang warganet mencibir kehadiran grup musik Slank dalam acara "Ngaji Kebangsaan" bersama Mahfud MD dan Yusuf Mansur di Surabaya pada hari Minggu kemarin. Kepada Mahfud, dia menuliskan bahwa Slank tidak lebih layak ketimbang grup musik Gambus dalam urusan mengaji.
 
"Ngaji sama Slank? Ngaji bersama Gambus masih nyambung, Prof. Duh, gimana ini, rusak!" kicau sebuah akun pendukung pasangan kandidat presiden Prabowo-Sandi di Twitter, Minggu, 7 April 2019.
 
Kicauan itu menyertakan foto Saididu, yang sedang berada di kampanye akbar Prabowo di Gelora Bung Karno Jakarta pada hari yang sama. Dia menuilskannya sebagai balasan atas kicauan Mahfud sebelumnya tentang acara di Surabaya.

Mahfud membagikan poster agenda Ngaji Kebangsaan di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya pada Minggu malam, 7 April 2019. Slank ikut datang untuk memberikan penampilan hiburan musik.
 
Mahfud menyempatkan waktu untuk menulis balasan atas cibiran tersebut. Dia mengajak warganet untuk tidak merasa diri paling suci serta bercermin, sejauh mana ibadah sosial diri sendiri bagi sesama.
 
"Bersihkan hati dari rasa paling bersih hanya karena perbedaan pilihan politik," tulis Mahfud.
 
"Setahu saya, anak-anak Slank itu rajin beribadah sosial juga. Mereka punya rumah yang ditempati beberapa anak yatim dan didatangkan guru ngaji, untuk anak-anak sebatangkara itu dengan biaya dari anak-anak Slank. Anda dan saya bagaimana?" lanjutnya.
 
Kicauan ini mendapat 2.600-an retweet dan 6.100-an likes dari ribuan warganet lain yang sebagian besar sepakat dengan Mahfud.
 
Acara Ngaji Kebangsaan yang digagas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul ini berjalan sesuai rencana. Slank tampil dalam formasi lengkap bersama Abdee Negara. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran Forum Koordinasi PImpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur juga turut hadir.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA