Midas (Dimas Pandu) selaku komposer kembali mengolah lagu ini dengan menulis ulang lirik serta notasinya bersama Phanoz. Midas, yang juga pernah terlibat sebagai penulis lagu di album kedua Garasi pada 2008, kemudian mengajak Aiu Ratna untuk ikut berkolaborasi dalam proyek ini.
“Waktu aku diajakin berkolaborasi oleh temen-temen, aku baru tau kalau ternyata lagu ini yang nyiptain Dimas, dan ternyata yang akan mereka rekam adalah gubahan aslinya. Saat itu juga aku langsung nyanggupi,” ucap Aiu Ratna.
“Lagu ini melewati proses yang sangat panjang sampai akhirnya kita berhasil merekamnya bersama Aiu. Sebenarnya gue udah nyiapin lagu ini untuk Aiu nyanyikan album ketiga Garasi, eh sayangnya Aiu keluar dari Garasi sebelum proses pengerjaan album ketiga tersebut dimulai,” Dimas menimpali.
d'AVERY diperkuat oleh Phanoz (drum), Indra (gitar), Damien (gitar), dan Midas (vokal). Keempatnya bersatu dalam d'AVERY dengan visi serta referensi musikal yang sejalan.
Mengusung konsep musik rock alternatif era 90-an, d'AVERY mengajak pendengar bernostalgia melalui aransemen yang dihadirkan, sementara lirik-liriknya tetap relevan dengan realitas yang dirasakan pendengar masa kini.
Melalui lirik yang lugas dan penuh emosi, “Hidup Hanya Sekali” menyampaikan pesan agar tidak terperangkap dalam kebisuan dan penyesalan. Lagu ini merefleksikan relasi yang rapuh akibat ego dan miskomunikasi, hingga akhirnya harus berakhir karena tidak adanya dialog.
“Semestinya kita berdua bercerita. Tentang kita, tentang rasa dan harapan. Seharusnya kau mencoba berbicara. Jangan diam, jangan bungkam dan menghilang.”
Dari penggalan lirik bridge di atas, d'AVERY menyoroti isu yang sangat dekat dengan kehidupan saat ini. Tidak jarang persoalan dalam hubungan dibiarkan mengendap dalam diam, tersisih oleh kesibukan masing-masing, padahal komunikasi seharusnya menjadi fondasi utama. Jika komunikasi terjalin dengan baik, sebuah hubungan semestinya tidak harus berakhir dalam sunyi, sementara hidup terus berjalan.
Dengan balutan aransemen pop rock alternatif, lagu ini menawarkan energi yang kuat namun tetap mendalam secara makna. Karakter vokal yang emosional berpadu dengan lirik yang puitis menjadikan “Hidup Hanya Sekali” lebih dari sekadar lagu tentang cinta, melainkan refleksi untuk terus melangkah menjalani hidup.
“Lagu ini kita tulis dari pengalaman pribadi—saat seseorang memilih diam ketika hal paling penting justru perlu dibicarakan. Hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan dengan kebisuan,” tegas d'AVERY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News