Baskara Putra vokalis .Feast (Foto: Dok. Medcom.id)
Baskara Putra vokalis .Feast (Foto: Dok. Medcom.id)

Cegah Pelecehan Seksual di Area Konser, .Feast Gagas Penggunaan Tanda Marabahaya

Hiburan Musik Indie
Dhaifurrakhman Abas • 21 Oktober 2019 09:27
Jakarta: Aksi panggung grup musik .Feast yang digelar di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu diwarnai kasus pelecehan seksual. Korban merupakan salah seorang penonton .Feast.
 
"Kami dapet laporan tentang pelecehan seksual yang dialami seseorang di pertunjukan, .Feast, di Bekasi. Setelah laporan ini, banyak laporan lain yang berdatangan dan mengiyakan bahwa mereka melihat kejadian-kejadian serupa di malam tersebut," kata vokalis .Feast, Baskara Putra, saat berbincang dengan Medcom.id, Minggu 20 Oktober 2019.
 
Kasus ini mendapat perhatian khusus Baskara. Pentolan band tersebut tak bisa menolerir kejadian tersebut karena lasus serupa terjadi berkali-kali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Biasanya, pihak performer hanya saling mengimbau agar penonton lebih hati-hati. Namun saya pribadi sudah mulai lelah dengan imbauan yang ujung-ujungnya tidak berpengaruh ke oknum-oknum tak bertanggung jawab ini," sambung dia.
 
Baskara dan beberapa kawannya kemudian mencari solusi agar peristiwa itu dapat berakhir. Dia kemudian merancang metode pencegahan pelecehan seksual lewat tanda darurat "S.O.S" melalui ponsel.
 
"Maka tadi malam hingga tadi siang kami bersama-sama mencoba menciptakan bahasa baru sebagai sebuah tanda yang dapat digunakan oleh penonton yang sedang berada di kerumunan untuk menandakan jika sedang terjadi sesuatu," sambung dia.
 
Tanda peringatan tersebut berupa video atau format ".gif" bertuliskan S.O.S berlatar merah yang bisa diaktifkan lewat layar ponsel. Ini ditujukan hanya ketika penonton merasakan hal tak diinginkan menimpa dirinya ketika konser berlangsung.
 
"Teman-teman silakan download dan save di HP. Mulai sekarang, kami akan selalu mensosialisasikan tanda ini ke penyelenggara dan keamanan acara," ujarnya.
 
Adapun mekanisme yang bisa dilakukan penonton dengan mengarahkan layar ponsel "S.O.S" ke panggung, pihak keamanan, maupun penonton konser. Tanda ini juga bisa digunakan apabila penonton merasa dalam kondisi bahaya sesak napas, mengalami kekerasan, copet atau hal-hal lainnya.
 
"Naikkan video/gif/loop/wallpaper/gambar bertuliskan SOS dengan latar belakang merah untuk memberi tahu performer bahwa di sekitar situ sedang ada yang sesak nafas, menjadi target kekerasan yang disengaja, target pencopetan, dan atau target pelecehan seksual," paparnya.
 
Cara ini pun disepakati musisi-musisi lain seperti Kunto Aji, Danilla, The Panturas. Para musisi itu turut mengampanyekan tanda ini melalui media sosial mereka masing-masing. Meski demikian, rancangan metode ini belum rampung dan masih dalam tahap penyempurnaan.
 
"Tentu inisiatif ini perlu usaha bersama. Penyelenggara dan keamanan juga harus mawas dan bisa menanggapi dengan cepat bila (misalkan) ada keributan yang pecah karena sebuah tanda S.O.S yang diangkat di salah satu titik crowd," ujar Baskara.
 
Baskara mengatakan akan segera menjalankan solusi tersebut secepatnya di dalam setiap konsernya. Dia juga membuka ruang evaluasi secara terus-menerus untuk menyempurnakan metode pencegahan tersebut.
 
"Perlahan-lahan cara ini diuji coba dan dievaluasi. Yang pasti harus ada usaha bersamaan dari semua pihak agar acara musik menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua orang sehingga besok-besok tanda seperti ini tidak dibutuhkan lagi," tandasnya.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif