Bagai mimpi di siang bolong, empat perempuan asal Surabaya yang tergabung dalam band Go!Go!JiLL (GGJ) berhasil mendapat kesempatan itu. Keluar sebagai juara dalam kompetisi band, Guinness Amplify, GGJ berhak mendapat kesempatan rekaman satu lagu bersama produser musik peraih lima piala Grammy, Steve Lillywhite.
Steve sebelumnya dikenal sebagai produser band besar macam The Rolling Stones, U2, dan sederet nama besar lain. Kiprahnya di Indonesia bermula dari kerjasamanya dengan Musica Studio dalam memoles Noah. Kerjasama antara Musica Studio dan Steve kemudian berlanjut dengan rencana perusahaan bir, Guinness, yang memang sedang menggelar proyek Guinness Amplify.
GGJ bukan dengan mudah melewati kompetisi ini. Mereka bersaing dengan 200 band lain. Dengan mengusung musik rock dan dandanan ala band glam rock, GGJ membuktikan bahwa mimpi yang menuntun mereka sampai di titik ini.
"Kami pernah manggung dibayar pakai nasi bungkus, atau bahkan enggak dibayar karena diminta tampil di acara-acara teman," kata Ayis Maresya sang pencabik bass.
GGJ memang baru berusia satu tahun, tapi para personel mereka bukan anak kemarin sore. Masing-masing personel telah kenyang ngeband sejak tahun 2009. Kebersamaan dan kekompakan GGJ adalah salah satu hal yang disoroti Steve.
"Mereka adalah benar-benar band, band yang berpikir untuk bersama, menangis bersama, selalu bersama. Apa yg penting buat saya mereka bertingkah seperti band. Mereka sangat kuat (secara karakter dan kebersamaan)," terang Steve ketika disinggung alasan memilih GGJ.
Sementara itu, Ibu Indrawati Widjaja dari Musica Studio menganggap apa yang ada pada GGJ adalah sebuah keunikan. Musica yang telah berdiri lebih dari empat dekade bahkan belum pernah memiliki band dengan keseluruhan personel perempuan. Dari segi bisnis, ini hal baru yang dilakukan Musica.
"Musica belum pernah punya band wanita. Sang vokalis (GGJ) punya suara yang unik dan berkarakter. Itu yang membuat saya setuju. Perjalanan musik mereka dari tahun 2009. Selama ini kedekatannya sangat terlihat dan ada perasaan saling memiliki, selain talenta mereka tentu. Ini tantangan untuk bisa komitmen di industri musik," ujar perempuan yang kerap disapa Ibu Acin itu.
GGJ yang terdiri dari sekumpulan perempuan berusia antara 20-25 tahun bernama Bimbi Sukma (Vokalis, gitaris), Weny Puspa (drummer), Ayis Maresya (bassis), Yunita Purnamasari (gitaris), bukan hanya mampu mewujudkan mimpi mereka, tetapi mampu menginspirasi para orangtua bahwa anak perempuan yang memilih musik sebagai jalan hidup bukanlah akhir dari masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News