Tiga Esensi Lagu Chaseiro Menurut Elfa's Singers

Purba Wirastama 29 Oktober 2018 10:30 WIB
chaseiro
Tiga Esensi Lagu Chaseiro Menurut Elfa's Singers
Elfa's Singers turut berpartisipasi dalam konser 40 tahun Chaseiro, di Balai Kartini, Minggu, 28 Oktober 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Jakarta: Grup kwartet vokal Elfa's Singers turut menjadi salah satu penampil dalam konser perayaan 40 tahun Chaseiro di Balai Kartini pada Minggu malam, 28 Oktober 2018. Sebelum konser, mereka sempat bercerita singkat kenapa Chaseiro menjadi salah satu grup yang mereka kagumi.

"Kami kagum dengan Chaseiro karena tiga hal besar," ungkap Yana Julio, salah satu personel, kepada awak media. 

"Pertama, harmoni identik, sama dengan kami. Kedua, liriknya semua positif tentang anak muda dan dikemas secara populer. Ketiga, kalaupun cinta, bukan yang cengeng, tetapi mengoreksi bahwa cinta itu pengorbanan, cinta kepada sesama dan negara," lanjut Yana.

Elfa Singer's dan Chaseiro terbilang musisi seangkatan. Grup ini bongkar pasang personel beberapa kali dan hingga kini aktif dengan empat orang, meliput Agus Wisma, Yana Julio, Ucie Nurul, dan Lita Zen. Dalam konser itu, mereka membawakan Bagaimanakah dan Salah Cinta.

Musisi penampil tamu malam itu rata-rata sepakat. Mereka menilai Chaseiro selalu menawarkan lirik-lirik positif tentang pemuda. Ottie Jamalus misalnya, menyebut lagu-lagu Chaseiro mampu membangkitkan semangat muda 

"Lirik-liriknya berbeda dengan pop industri lain, pembangkit semangat, mengingatkan anak-anak muda supaya tidak apatis, optimis, tak menyerah, mencapai cita-cita, dan mengutamakan kesatuan," ujar Ottie, yang malam itu membawakan Untukmu dan Tempat Berpijak.

Vina Panduwinata juga menyebut bahwa lagu-lagu Chaseiro membawa pesan bagus.

"Misalnya, lagu Kemanusiaan itu menyampaikan bahwa kita harus punya sikap dan pikiran bagus soal kemanusiaan," kata Vina.

Sejumlah musisi lain yang menjadi penampil tamu malam itu adalah Rhisanda dan the Rising, serta grup septet vokal CAS alias Chaseiro All Stars. CAS meliputi penyanyi remaja hingga 20-an tahun yang dikumpulkan dalam tajuk "regenerasi" grup Chaseiro.

Mereka tampil selama hampir dua jam bersama Chaseiro dan membawakan lagu-lagu yang sebagian besar ciptaan Candra Darusman. Konser bertajuk Dunia di Batas Senja ini digelar sekaligus sebagai peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda.

 

(ASA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id