Jerinx SID (Foto: Antara/Fikri Yusuf)
Jerinx SID (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

Kisruh RUU Permusikan

Jerinx SID Jelaskan Kronologi Pertemuan dengan Anang Hermansyah

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
Purba Wirastama • 19 Februari 2019 18:51
Denpasar: Jerinx, drummer grup Superman Is Dead, menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Anang Hermansyah di Bali yang sebenarnya tidak mencapai titik temu. Pertemuan ini bermula dari perseteruan mereka seputar RUU Permusikan, yang diusulkan Anang lewat Komisi X DPR.
 
Dalam postingan terbaru di Instagram, Jerinx merunut rangkaian peristiwa terkait sejak Kamis pekan lalu, 14 Februari 2019.
 
Waktu itu, Jerinx dihubungi pihak media daring Beritagar. Mereka sedang menyiapkan diskusi RUU Permusikan di Bali dan akan mengundang Jerinx sebagai narasumber. Sejumlah narasumber lain adalah Anang, Profesor Musik Tjut Nyak Deviana, dan musisi Gede Robi "Navicula". Hari berikutnya, Jerinx menyanggupi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu pada Sabtu, pihak Anang menghubungi Jerinx beberapa kali. Mereka meminta jaminan keamanan selama diskusi. "Saya jawab, saya yang jamin keamanan Anang dan tim selama di Bali," tulis Jerinx dalam teks kapital.
 
Pada hari yang sama, pihak Beritagar membatalkan agenda diskusi RUU Permusikan.
 
Pada Minggu, 17 Februari 2019, Jerinx dihubungi oleh kerabat keluarganya pemilik Sanur Garage. Lewat anggota keluarga itu, Anang ingin berdamai dengan Jerinx dan meminta bantuan untuk dipertemukan di sana.
 
Sejak kisruh RUU Permusikan bermula, perseteruan antara Jerinx dan Anang menjadi salah satu perhatian di media sosial. Beberapa kali mereka hendak berdebat terbuka, tetapi pihak Anang membatalkan.
 
Jerinx menyanggupi untuk berdamai, asalkan Anang mau merilis pernyataan maaf ke publik "atas kinerjanya yang enggak becus dan merepotkan banyak musisi". Hari berikutnya, Jerinx pun bertolak ke Sanur untuk bertemu Anang.
 
Anang datang bersama Ashanty, istrinya, dan Nanda Persada, Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO) dan salah satu orang di balik akun gosip Lambe Turah. Mereka sepakat pertemuan sore itu tertutup dan tidak direkam.
 
Menurut Jerinx, diskusi itu dimulai dengan santai, tetapi ujung-ujungnya tidak ada titik temu. Akhirnya, diskusi ditutup Jerinx.
 
"Anang muter-muter, enggak mau minta maaf, enggak mau mengakui jika semua drama RUU ini enggak akan terjadi jika dia, sebagai insiator RUU yang digaji Rp38 juta per bulan oleh rakyat, mengawal dan mengawasi proses lahirnya RUU ini," tulis Jerinx.
 
"Bahkan (Anang) mencoba menyalahkan pihak lain, salah satunya KAMI (Konferensi Musik Indonesia) pimpinan Glenn Fredly," imbuhnya.
 
Selama pertemuan, pihak Jerinx tidak merekam diskusi itu. Mereka akan merekam hanya ketika Anang meminta maaf. Namun tanpa Jerinx tahu, ternyata ada pihak Lambe Turah di sana, merekam pertemuan itu, dan membagikan potongan videonya di Instagram.
 
Menurut Jerinx, cerita itu dengan tidak tepat oleh Lambe Turah, seolah-olah mereka telah berdamai dan bahwa Anang adalah "pahlawan pemberani yang mendatangi saya, yang songong dan enggak berani bicara".
 
Jerinx semakin kesal karena banyak komentar di media sosial yang percaya dengan narasi cerita itu. "Ini bukan pertama kalinya saya dibingkai (tidak tepat) oleh Lambe Turah". Tak lama setelah Jerinx protes ke pihak Anang, postingan Lambe Turah dan Nanda Persadar dihapus.
 
Jerinx masih menantang Anang untuk berdebat terbuka, disiarkan langsung, tanpa mediator, dan tanpa batas waktu. Dia bersedia bertemu di Jakarta atau Bali. Belum ada tanggapan dari pihak Anang.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif