Eros Djarot (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Eros Djarot (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Kata Eros Djarot Soal Seniman Ikut Kampanye Pilpres

Hiburan Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 25 Maret 2019 17:42
Jakarta: Persaingan kampanye politik Pilpres 2019 diramaikan dengan gerakan dukungan dari sejumlah seniman. Salah satunya adalah kolaborasi Slank, Oppie Andaresta, serta 100-an musisi populer, budayawan, dan selebritas lain lewat lagu #BarengJokowi.
 
Bagi Eros Djarot, gerakan besar semacam ini justru membuat Pilpres 2019 semakin tidak sehat. Apalagi, pilihan kandidat presiden dan wakil presiden hanya ada dua pasang. Perpecahan yang sebetulnya sudah terjadi di beberapa lapisan masyarakat, meluas hingga kalangan seniman.
 
Eros mengaku dia sendiri punya pilihan politik. Namun dia enggan menyatakan secara terbuka ke publik karena pilihannya pasangan calonnya hanya dua.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di kalangan 01, saya dibilang 02, di kalangan 02, saya dibilang 01. Saya bukan 00 (golput) ya, pasti saya memilih," kata Eros dalam jumpa pers perilisan dua lagu terbarunya, 1 & 2 Bukan Angka Sempurna dan Politisi Zaman Edan, di Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.
 
"Hari-hari antara setelah (pemungutan suara) Pilpres hingga pelantikan, itu enam bulan. Terbayang enggak sih, kalau orang seperti saya ikut ubyang-ubyung (mondar-mandir)? Makanya saya dengan Gus Mus, Pak Maarif, Magnis Suseno, Jaya Suprana, kemarin kumpul. Untuk apa? (Membahas bagaimana) kalau terjadi sesuatu," lanjutnya.
 
Eros menyebut bahwa perbedaan pilihan politik ini juga meluas ke lapisan aparat hukum dan aparat militer. "Kalian tahu enggak sih, kalau angkatan kita terbelah? Kalau Polri dan TNI sudah tegang-tegangan begitu, gimana ini?" ungkap Eros.
 
Pria kelahiran 1950 ini juga menyinggung gerakan 100-an orang yang memakai atas nama "musisi, budayawan, dan selebritas" untuk mendukung salah satu pasangan kandidat. Ini merujuk kepada kolaborasi Slank bersama 100-an orang dalam gerakan bertagar #BarengJokowi.
 
Ketika dikonfirmasi oleh Medcom.id, Eros menyatakan tidak keberatan jika setiap orang menyampaikan aspirasi dan dukungan politik. Namun baginya, persatuan adalah yang paling penting.
 
"Sebetulnya, kita harus lebih berpihak kepada persatuan, mempersatukan, justru jangan ikut pembelahan ini. Namun ya itu pilihan, enggak apa-apa. Kalau cuma 20% enggak apa-apa. Ya ini, hampir semua musisi dan penyanyi top di situ. Itu kan enggak sehat," kata Eros.
 
"(Pernyataan dukungan itu) baik saja, tetapi kalau terbelah dua karena pilihannya cuma 01 dan 02, ini menyempit sekali ya. Kalau dari lima lalu menjadi dua, ya enggak masalah," pungkasnya.
 
Eros baru saja merilis secara independen dua lagu baru bertema kritik sosial. Dua lagu ini, yang berjudul 1 & 2 Bukan Angka Sempurna dan Politisi Zaman Edan, berangkat dari kegelisahan Eros atas konflik persaingan Pilpres 2019 serta berbagai kasus korupsi anggota legislatif. Kedua lagu sudah tersedia di kanal YouTube iF3 Production.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif