Rhoma Irama (Foto: Antara Foto/Zarqoni Maksum)
Rhoma Irama (Foto: Antara Foto/Zarqoni Maksum)

Terkait Nyanyi di Bogor, Rhoma Irama Sebut Pemerintah Daerah Bertanggungjawab

Hiburan rhoma irama
Dhaifurrakhman Abas • 30 Juni 2020 06:28
Jakarta: Musisi Rhoma Irama kekeuh menyebut dirinya tak bersalah ketika tampil di hajatan yang berlangsung di Bogor Jawa Barat, beberapa waktu silam. Dia hadir sebagai tamu undangan untuk bertausiyah dan secara spontan diminta menyanyikan beberapa buah lagu.
 
"Catatan. Saya naik ke pentas itu berdasarkan tuan rumah menyampiakan tausiyah singkat tentang khitanan putranya," kata Rhoma dalam Prime Time News Metro TV, Senin 29 Juni 2020.
 
Menurut Rhoma, hajatan tersebut juga berlangsung dengan pengawalan dari TNI dan Polri di lokasi kejadian. Mereka, kata Rhoma, tak melarang ketika raja dangdut itu bertausiyah dan menyanyi di atas panggung.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika saya di pentas, saya dikawal aparat, ada polisi, tentara kawal saya sampai panggung. Makanya saya pikir fine-fine aja," papar Rhoma.
 
Padahal menurut Rhoma, aparat merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Sehingga seharunya aparat tak boleh membiarkan acara hajatan berlangsung jika hal itu melanggar aturan pemerintah.
 
"Kan namanya penguasa ada aparatur ada aturan. Harusnya kalau tidak boleh ya tidak boleh. Kenapa dibiarkan itu panggung berdiri," ucap Rhoma.
 
Rhoma menegaskan, acara hajatan tersebut berlangsung semalam suntuk dan dihadiri musisi ibu kota yang tampil bermusik di sana. Hajatan juga diisi dengan pertunjukan Wayang Golek dengan jumlah penonton bejibun.
 
"Begitu sampai di sana saya lihat kerumunan massa sudah luar biasa. Gemuruh musim berdengung dan tamu undangan banyak. Kalau memang kepala daerah serius selaku gugus tugas itu harusnya dilarang. Pemasangan panggung kan dua hari, masa (pemerintah daerah) enggak tahu. Kalau peduli dilarang dong jangan ada panggung, Wayang Golek, jangan ada musik," tegas Rhoma.
 
Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, menegaskan pihaknya akan memanggil penyelenggara acara terkait masalah tersebut. Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk meminta keterangan.
 
"Saya sebagai ketua gugus tugas di kabupaten Bogor tentub bertanggung jawab. Jadi saya akan berikan surat terhad penyelanggara dalam hal ini adalah Surya. Dan dalam surat itu dinyatakan dilarang menampilkan konser musik dan hiburan lainya," ucap Ade.
 
Ade mengatakan pihaknya akan menindak tegas penyelenggara acara jika terbukti menyalahi aturan dalam mengadakan acara semasa pandemi virus korona. Penyelenggara beserta pengisi acara bisa dikenai sanksi hukum jika terbukti bersalah.
 
"Jadi ketika saya lihat ada yang melawan PSBB itu bisa diproses. Ketika kejadian tidak pakai masker seorang anak muda juga diproses hukum. Jadi saya pikir ini adalah kewajiban saya untuk menegakkan aturan. Jadi tugas gugus tugas hanya bisa menyanpaikan bahwa ini terjadi pelanggaran dan untuk proses selanjutnya akan kita serahkan kepada aparat hukum."
 
"Dan penyelenggara pasti kita akan panggil secara persuasif dulu penyelenggara kenapa bisa terjadi begini. Kemudian selanjutnya apa yang kita lakukan nanti tergantung dari hasil dari kita memanggil pihak penyelenggara terkait," tandas Ade.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif