Bernadya (Foto: Medcom/Ratu)
Bernadya (Foto: Medcom/Ratu)

Bernadya Takut Bahagia di Album Terbarunya

Elang Riki Yanuar • 05 Februari 2026 23:22
Ringkasnya gini..
  • Bernadya siap rilis album kedua pertengahan tahun. Tema utama cherophobia, ketakutan merasa terlalu bahagia karena takut hal buruk datang.
  • Album baru Bernadya angkat rasa takut berlebih, dianalogikan seperti laut yang tenang sebelum ombak besar menghantam.
  • Proyek album Bernadya sudah 85 persen rampung, bernuansa 2000-an, tetap khas dirinya tapi ditulis lebih lugas.
Jakarta: Penyanyi muda Bernadya siap merilis proyek album keduanya pada pertengahan tahun ini. Meski belum bisa mengungkap judul album tersebut, ia menceritakan tema yang akan diangkat, salah satunya rasa takut. 
 
Ketika berbincang dengan awak media di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (5/2), Bernadya memaparkan garis besar album ini yang mengacu pada sebuah kata: cherophobia atau ketakutan akan rasa bahagia yang berlebih.
 
“Karena kita nggak bisa kasih tahu judul albumnya, mungkin kalau cerita albumnya, tema albumnya, itu aku sebenarnya terinspirasi dari ini, kata ini, cherophobia,” ungkap Bernadya.

Lanjutnya, “Jadi, dia itu kurang lebih adalah kayak sebuah ketakutan akan merasa senang. Kayak, kamu, tuh, takut merasakan senang yang berlebihan karena kamu tahu sesuatu yang besar, yang buruk, akan terjadi habis itu.”
Musisi berusia 21 tahun itu merasa bahwa kata “cherophobia” benar-benar menangkap perasaannya selama fase hidupnya tahun lalu hingga sekarang. Karena ketakutan tersebut, ia selalu merasa was-was ketika dihadapkan dengan situasi bahagia.
 
“Jadi, kayak kamu, tuh, selalu cautiously happy gitu sama sesuatu. Kamu enggak pernah senang yang maksimal karena kamu tahu kalau itu bentar lagi terjadi sesuatu yang enggak enak gitu,” papar penyanyi tersebut.
 
CEO Label Musik Juni Records Boim ikut menambahkan, “Kurang lebih isi materinya adalah tentang perasaan-perasaan ketakutan berlebihan.”
 
Bernadya pun menganalogikan ketakutan ini sebagai laut, salah satu visual kunci pada album mendatang. Bernadya dan tim melihat laut dengan berbagai misterinya, terutama seberapa jauh dan seberapa dalam ia bisa pergi.
 
“Laut itu menjadi salah satu komponen utama di albumnya. Karena albumnya, kan, tentang kamu takut terlalu senang karena kamu takut hal buruk akan terjadi gitu. Jadi, biasanya kalau sebelum mau ada ombak besar, itu lautnya tenang banget,” jelasnya.
 
Album ini juga mengangkat tema nostalgia era 2000-an lewat single “Kita Buat Menyenangkan” yang sudah rilis pada 28 Januari lalu. Selain itu, pendengar bisa menanti lagu dengan tema muda (youthful), pahit-manis (bittersweet), intens (intense), alam bawah sadar/mimpi (subconscious), hingga semu (vague). 
 
Secara penulisan, Boim menegaskan bahwa lagu-lagu di album berikutnya “masih sangat Bernadya” walau akan terdengar lebih lugas dibandingkan trek sebelumnya.
Proyek album ini sudah digarap sejak tahun lalu, tepatnya usai Konser Babak Penutup: Untungnya, Untungnya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada bulan Juni 2025. Bernadya serta tim label musik langsung merekam dua lagu pertama beberapa hari kemudian.
 
Saat ini, album terbaru Bernadya sudah 85 persen selesai digarap, mulai dari materi visual, teknis penggabungan instrumen dan vokal (mixing), hingga rekaman suara mentah. Album mendatang ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah produser, termasuk Petra Sihombing pada lagu “Kita Buat Menyenangkan” dan Rendy Pandugo di trek lain. 
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA