Album ini akan berfokus pada pengalaman hidup Bernadya sepanjang tahun lalu hingga sekarang. Hal tersebut diungkap ketika berbincang dengan awak media di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).
“Ini pokoknya, kan, menurut aku, kalau album, ya, albumnya sekarang (tentang) fase hidupku yang terbaru,” cerita Bernadya.
Ketika diminta konfirmasi terkait prediksi jadwal rilis album terbaru pada bulan Juni atau Juli, Bernadya hanya bisa meminta doa kelancaran tanpa menjawab secara gamblang.
“Doain aja. Ya sekitaran, lah… Semoga ya, enggak tahu, ya,” jawabnya.
Album mendatang ini merupakan hasil kolaborasinya dengan sejumlah produser, termasuk Petra Sihombing pada lagu “Kita Buat Menyenangkan” dan Rendy Pandugo di trek lain. Musisi berusia 21 tahun itu menyebut kalau ada lebih dari lima produser yang turut andil dalam pembuatan album ini.
Bawa Vibes Tahun 2000-an
Bernadya ingin menangkap aura nostalgia ala tahun 2000-an di album selanjutnya. Proyek ini juga digambarkan sebagai “versi Bernadya yang lebih dewasa sedikit”. Namun, ia khawatir kalau persepsi orang terhadap era 2000-an akan berbeda dengan visinya.“It is very nostalgic. Musiknya itu kita buat nostalgic. Nostalgianya, yang tadi aku bilang, kita sangat takut eksekusinya salah. Terus, (era) 2000-nya orang enggak nangkep,” cerita Bernadya.
Sambungnya, “Jadi, kita enggak pernah mau melabel semua musik pun nanti sebagai musik yang 2000-an gitu. Tapi, (sebagai) musik yang nostalgic sama orang ngerasa itu membawa mereka ke satu masa yang mungkin mereka pernah tinggal di situ gitu.”
Bernadya melakukan riset bersama Boim, CEO label musik Juni Records, serta Rendy Pandugo yang tumbuh di era 2000-an. Musisi kelahiran 2004 ini juga mengungkap hal-hal yang membuatnya percaya diri untuk menggarap album bernuansa nostalgia.
“Kalau secara musik, aku, tuh, karena berangkatnya dari ‘Untungnya (Hidup Harus Tetap Berjalan).’ Tadi, aku udah sempat cerita, ‘Untungnya’ itu, orang juga selalu merasa, somehow, ‘Untungnya’ terasa nostalgia gitu, terasa seperti mendengarkan band tahun 2000-an gitu,” ungkapnya.
Ambil Benang Merah dari Trek Terakhir Album Sebelumnya
Respons positif pendengar terhadap trek “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” mendorong Bernadya mencari benang merah yang bisa dibawa ke album berikutnya. Apresiasi yang diberikan terhadap lagu ini membuat Bernadya yakin dengan arah proyek selanjutnya.“Aku, tuh, suka bikin, misalnya kayak, sesuatu yang ada benang merahnya sama trek terakhir di album terakhir tuh. Jadi, ‘Untungnya’, tuh, orang pada bilang, ‘somehow rasanya nostalgic gitu, loh.’ Somehow ‘Untungnya’, tuh, kayak denger band-band lama,” kata Bernadya.
Nuansa nostalgia tersebut difokuskan pada lead single “Kita Buat Menyenangkan”. Setelah membaca komentar para pendengar, Bernadya bersyukur mereka mampu merasakan aura era 2000-an yang ingin ia hadirkan.
Digarap Sejak Tahun Lalu
Boim selaku CEO Juni Records mengungkap linimasa penggarapan proyek album terbaru Bernadya. Usai menggelar konser Babak Penutup: Untungnya, Untungnya pada bulan Juni tahun lalu, Bernadya serta tim label musik langsung merekam dua lagu pertama beberapa hari setelahnya.“Proyek ini sudah kita mulai dari tahun lalu. Semenjak kita bikin Untungnya, Untungnya Live From Graha Bhakti Budaya. Eh, dari Untungnya, Untungnya Live From Graha Bhakti Budaya itu, saya sudah dapat beberapa demo lagunya. Lusanya, kita langsung pergi mengerjakan lagu pertama dan lagu kedua," kata Boim.
Konser tersebut juga sudah disepakati sebagai era penutup album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Di saat yang sama, Bernadya sudah menyetor beberapa materi lagu untuk album berikutnya.
“Kita sudah sepakat untuk move on dari eranya Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Jadi, era itu memang benar-benar sudah kita brainstorm untuk kita stop di Graha Bakti Budaya,” terangnya.
Di akhir kata, co-founder Juni Records itu mengonfirmasi bahwa album terbaru Bernadya sudah 85 persen selesai digarap, mulai dari materi visual, teknis penggabungan instrumen dan vokal (mixing), hingga rekaman suara mentah.
“Jadi, ya, sebenarnya banyak yang pengen diceritain tapi belum saatnya,” tutup Boim.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News