Melalui akun Instagram pribadinya, Abbie Chatfield mengunggah video klarifikasi terkait konten yang ia buat setahun lalu. Unggahan tersebut sempat menuai kontroversi karena dituding memberi isyarat kepada kaum incel untuk mencelakai Presiden Donald Trump.
Abbie mengakui bahwa candaan yang ia unggah saat itu tidak pantas, namun ia menyayangkan adanya pihak yang memutarbalikkan fakta hingga masalah tersebut membesar. Ia menegaskan bahwa konten tersebut bukan merupakan ajakan serius untuk melakukan kekerasan.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersakiti. Saya ingin mempertegas bahwa unggahan tersebut bukanlah ajakan serius untuk melakukan tindakan tertentu, melainkan sebuah candaan sarkastis yang salah sasaran mengenai kekerasan kaum incel,” tulis Abbie Chatfield, dikutip dari akun Instagram @abbiechatfield pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menolak Kekerasan Politik
Abbie Chatfield dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan politik. Ia merujuk kembali pada sikapnya saat insiden pembunuhan Charlie Kirk pada 10 September 2025, seraya menekankan bahwa kekerasan tidak akan membuahkan kebaikan.“Saya benar-benar berupaya keras untuk lebih berhati-hati dalam berucap dan memahami dampaknya, baik itu berupa candaan maupun bukan. Secara jujur, saya ingin meminta maaf kepada Anda semua, termasuk dan khususnya bagi mereka yang memiliki pandangan politik berbeda dengan saya,” tulis Abbie.
Selain berharap dimaafkan, Abbie menyatakan keinginannya untuk menjembatani perbedaan pandangan politik melalui konsep podcast baru yang sedang ia siapkan.
Dampak pada Konser Keli Holiday
Permintaan maaf Abbie memicu spekulasi warganet bahwa rekam jejak digitalnya menjadi penyebab Keli Holiday dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat.Keli Holiday, yang merupakan personel duo elektronik Peking Duk, mengungkapkan bahwa dirinya tertahan di perbatasan saat hendak melakukan perjalanan dari Kanada menuju New York. Ia mengaku telah berupaya mendapatkan kejelasan terkait kendala tersebut namun tetap ditolak masuk.
"Sayangnya, saya tidak bisa hadir di pertunjukan malam ini di Baby’s All Right, NYC,” tulis Keli Holiday dalam unggahan Instagram Story di akun pribadinya, Selasa, 12 Mei 2026.
"Saya menghabiskan waktu seharian ditahan di perbatasan Kanada dan ditolak masuk kembali ke AS, padahal dokumen visa yang saya miliki sudah lengkap,” lanjutnya.
Sebelumnya, Keli Holiday sempat tampil di Los Angeles sebelum bertolak ke Toronto untuk pertunjukan pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia dijadwalkan naik panggung untuk malam terakhir turnya di New York City pada Selasa, 12 Mei.
Melansir laporan Billboard, perwakilan Keli Holiday mengonfirmasi bahwa sang musisi kini telah kembali ke Australia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News