Chef Arnold (Foto: Instagram @arnoldpo)
Chef Arnold (Foto: Instagram @arnoldpo)

Chef Arnold Poernomo Sindir Red Koki soal Sertifikat “Executive Chef”

Basuki Rachmat • 12 Mei 2026 11:33
Ringkasnya gini..
  • Chef Arnold sindir klaim sertifikat “Executive Chef” Red Koki yang disebut diakui 13 negara ASEAN.
  • Polemik sertifikat BNSP Red Koki viral, Chef Arnold ikut lempar satire soal dunia F&B dan jam terbang chef.
  • Disindir warganet sebagai chef gagal, Arnold Poernomo malah balas menohok soal sertifikat Executive Chef.
Jakarta: Media sosial Threads⁠ kini tengah diramaikan dengan sindiran dari Chef Arnold Poernomo kepada konten kreator kuliner Henny Maria alias Red Koki. Polemik ini mencuat setelah Henny mengunggah sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan mengklaim dirinya menyandang jabatan “Executive Chef” yang disebut diakui di 13 negara ASEAN.
 
Dalam unggahannya pada Sabtu, 9 Mei 2026, Henny Maria membagikan rasa bangganya usai memperoleh sertifikasi profesi tersebut. Ia juga menyebut pencapaian itu menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam perbaikan sistem Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
"Dengan bangga saya umumkan saya telah bersetifikasi BNSP Nasional yang diakui 13 negara ASEAN untuk jabatan profesi chef yaitu Executive Chef. Semoga bisa berdedikasi untuk perbaikan sistem MBG demi kesejahtereaan anak bangsa. MasyaAllah ya Allah," tulis Henny di Threads.
 
Namun, unggahan tersebut justru memancing perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan klaim pengakuan “13 negara ASEAN”, mengingat jumlah negara anggota resmi ASEAN saat ini diketahui hanya 11 negara.

Angka "13 negara" yang diklaim oleh Henny pun seketika dianggap sebagai blunder informasi yang fatal oleh warganet.
 
Perdebatan ini rupanya turut menarik perhatian Chef Arnold. Mantan juri MasterChef Indonesia tersebut kemudian melontarkan komentar bernada satire terkait perjalanan kariernya di dunia Food and Beverage (F&B).
 
Ia menyoroti bagaimana perjalanan kariernya selama puluhan tahun seolah "terlampaui" oleh selembar sertifikat.
 
"Ternyata pengalaman saya dari cuci piring dan dunia F&B Selama 22th ini masih kalah dengan title kasta tertinggi di Dunia F&B 'Executive Chef' yang di akui 13 Negara se ASEAN," tulis Chef Arnold di akun @arnoldpo.
 
Tak berhenti sampai di situ, Chef Arnold pun menutup komentarnya dengan sindiran khas yang langsung ramai dibahas pengguna media sosial.
 
"Sungkem, salim, hormat," tulisnya.
 
Sentilan ini seolah mewakili keresahan para profesional di bidang F&B. Bagi mereka, gelar "Executive Chef" bukan sekadar deretan kata di atas kertas, melainkan akumulasi dari jam terbang tinggi, tetesan keringat, hingga kemampuan manajemen dapur yang sangat kompleks.
 
Tak hanya menyentil Henny, Chef Arnold juga menunjukkan kelasnya saat menghadapi cibiran warganet yang melabelinya sebagai "chef gagal" lantaran beberapa bisnisnya yang gulung tikar.
"Tapi arnold kan bukannya chef gagal? usahanya banyak bangkrut," tulis seorang warganet di Threads.
 
Alih-alih terpancing emosi, Arnold justru kembali menyindir isu sertifikasi yang tengah viral tersebut.
 
"Iya ga punya SERTIFIKAT EXECUTIVE. Maafkan semua kegagalan saya dan saya yang selalu berusaha tanpa Sertifikat Executive ini," balas Chef Arnold.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA