Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom/Rafi)
Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom/Rafi)

Didesak Minta Maaf karena Materi Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Buat Apa?

Elang Riki Yanuar • 03 Februari 2026 13:47
Ringkasnya gini..
  • Pandji bingung diminta minta maaf atas materi Mens Rea, meski Gibran menanggapi candaan tersebut dengan santai.
  • Pandji apresiasi sikap Gibran sebagai Wapres milenial yang dinilai paham konteks stand-up comedy dan pop culture.
  • Meski dilaporkan ormas ke polisi, Pandji menilai itu konsekuensi berkarya dan tetap melanjutkan tur Mens Rea.
Jakarta: Komika Pandji Pragiwaksono memberikan tanggapannya terkait permintaan maaf yang diminta oleh sejumlah pihak imbas lelucon Mens Rea yang menyinggung Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
 
Meski Gibran menanggapi candaan “ngantuk” dengan santai, sejumlah pihak dari organisasi masyarakat (ormas) menilai materi tersebut berpotensi membuat gaduh serta mampu memecah belah bangsa. Pandji Pragiwaksono pun dilaporkan oleh ormas kepemudaan walau Gibran sudah menegaskan tak perlu ada langkah hukum.
 
Ketika ditemui awak media di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/2), Pandji mengapresiasi respons Gibran terhadap isu ini. Ia juga menilai jika Gibran, sebagai milenial, akan mengerti esensi dari stand-up comedy.

"Karena Wapres Gibran sebagai Wakil Presiden... kayanya beliau ini adalah Wakil Presiden pertama dari generasi milenial gak, sih? Sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi apa... produk pop culture seperti stand-up comedy," tutur Pandji.
Di kesempatan yang sama, komika tersebut juga meluruskan soal penyebutan nama pengusaha Raffi Ahmad pada salah satu materi Mens Rea. Hingga sekarang, belum terjalin komunikasi antarkeduanya.
 
Anggota Founder 5 itu pun mengungkap bahwa penyebutan nama Raffi Ahmad bukanlah fokus lelucon materi itu. Sebenarnya, ia akan membahas tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
"Topik utamanya, tuh, tentang keberadaan TPPU. Iya, soal ada keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang gitu. Jadi, topiknya, tuh, sebenarnya itu, pembahasannya itu. Lebih supaya masyarakat awam saja dan aware dengan kondisi seperti itu. Itu aja, sih, sebenarnya," jawabnya.

Desakan untuk Minta Maaf

Saat dimintai tanggapan terkait desakan permohonan maaf secara terbuka di media, Pandji mengaku masih bingung atas kesalahan apa sehingga ia harus mengucapkan permintaan maaf secara terbuka.
 
"Minta maaf atas kesalahan apa gitu? Yang dimintamaafkan, tuh, yang mana gitu?" balas Pandji.
 
Lanjutnya, "Kan, proses-proses ini belum jalan, nih. Belum jalan, ya? Yang kalau misalkan berjalan, mungkin saya bisa jelaskan, sehingga duduk perkaranya lebih jelas.”
Namun, laporan hukum yang berjalan ini tidak menghalangi Pandji untuk tetap berkarya dan menjalankan tur Mens Rea. Sebelumnya ia dilaporkan sejumlah pihak di Bareskrim hingga Polda Metro Jaya.
 
"Saya anggap konsekuensi logis aja. Saya pengin berkarya, saya punya materi stand-up, semua orang bisa merespons, responsnya bisa beragam. Ya udah gak apa-apa," tutup Pandji.

Kasus Pelaporan Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. 
 
Barang bukti yang dibawa adalah flashdisk berisi rekaman, kertas hasil cetak tangkapan layar atau screen capture, dan satu lembar dokumen surat rilis aksi.
 
Pelapor dalam hal ini Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Pelaporan tersebut dibuat lantaran menurutnya materi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono membuat kegaduhan. 
 
Namun, pihak Pengurus Besar NU (PBNU) dan Muhammadiyah menyatakan bahwa pelapor bukan bagian dari mereka.
 
Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono menggelar pertunjukan komedi spesial bertajuk Mens Rea pada 30 Agustus 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Materi yang dibawakan Pandji sarat dengan sindiran terhadap iklim politik dan kondisi demokrasi di Indonesia.
 
Rekaman pertunjukan tersebut ditayangkan secara global melalui layanan streaming Netflix sejak 27 Desember 2025.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan