Young Thug, yang memiliki nama asli Jeffery Lamar Williams, mengakhiri persidangan pidana yang panjang pada Oktober 2024 setelah mengaku bersalah atas tuduhan yang dikenakan padanya.
Kasus ini didasarkan pada Undang-Undang RICO (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations) di Georgia, yang menuduh bahwa Thug dan kelompok YSL yang diduga terkait dengannya telah melakukan berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan, perampokan mobil, dan perdagangan narkoba dikutip dari Billboard.
Setelah persidangan, Thug dijatuhi hukuman 40 tahun, dengan lima tahun di antaranya seharusnya dijalani di penjara. Namun, hukuman ini dikurangi menjadi waktu yang sudah dijalani, dan ia diberikan masa percobaan selama 15 tahun, dengan kemungkinan pengurangan tambahan selama 20 tahun jika ia berhasil menyelesaikannya tanpa pelanggaran.
| baca juga: |
Namun, dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Fulton County, jaksa meminta agar masa percobaannya dicabut karena mereka menilai bahwa "kehadirannya di masyarakat di bawah pengawasan masa percobaan menghadirkan bahaya nyata bagi keselamatan publik dan melemahkan supremasi hukum."
Permohonan ini berkaitan dengan tuduhan bahwa Young Thug terlibat dalam "ancaman yang meningkat dan intimidasi saksi." Jaksa menyoroti kasus Marissa Viverito, seorang penyelidik Fulton County yang saat ini memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan yang melibatkan banyak terdakwa.
Pengadilan sebelumnya telah memerintahkan agar wajah Viverito tidak ditampilkan di media selama persidangan, tetapi seorang pengguna media sosial mengunggah gambarnya dengan keterangan, "Dia tidak ingin ditampilkan di layar? Nah, ini dia."
Pada Selasa, 1 April 2025, Thug diduga membagikan ulang unggahan tersebut dengan menambahkan keterangan, "Marissa Viverito adalah pembohong terbesar di kantor kejaksaan." Menurut dokumen pengadilan, unggahan ini dengan cepat menjadi viral, mencapai lebih dari dua juta tampilan, dan memicu ancaman langsung terhadap Viverito dan keluarganya.
Lebih lanjut, jaksa menuduh bahwa akibat unggahan tersebut, alamat rumah Viverito dan orang tuanya tersebar di internet. Salah satu unggahan bahkan menampilkan gambar rumah ibu Viverito dengan keterangan, "Jika benar-benar membencinya, datangi rumah ibunya." Selain itu, ada unggahan lain yang mengancam akan membunuh Jaksa Wilayah Fulton, Fani Willis.
"Eskalasi dari menargetkan saksi yang bersaksi hingga membuat ancaman pembunuhan langsung terhadap Jaksa Wilayah Fulton County adalah serangan serius dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sistem peradilan," bunyi dokumen pengadilan.
Menanggapi permohonan ini, Young Thug membantah terlibat dalam intimidasi atau ancaman.
"Saya tidak mengancam siapa pun. Saya orang baik. Saya tidak akan pernah mendukung atau terlibat dalam ancaman terhadap siapa pun. Saya hanya ingin damai dan cinta," tulisnya di akun X (sebelumnya Twitter).
Jaksa menuduh bahwa tindakan ini adalah "kampanye intimidasi, pelecehan, dan penyebaran informasi yang salah yang dirancang untuk merusak proses hukum." Mereka meminta pengadilan mengambil "tindakan cepat dan tegas dengan mencabut masa percobaan terdakwa dan menahannya tanpa penundaan."
Saat ini, belum ada tanggal sidang yang ditetapkan untuk membahas permohonan ini. Sementara itu, Young Thug dijadwalkan tampil dalam festival musik Summer Smash di Chicago pada Juni mendatang.
(Nithania Septianingsih)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News