Sorotan muncul usai korban dugaan penipuan wedding organizer menjadi bintang tamu di kanal YouTube milik Melaney. Kehadiran narasumber tersebut memicu perdebatan karena muncul anggapan bahwa mereka tidak memperoleh kompensasi setelah berbagi cerita di podcast yang ditonton banyak orang.
Menanggapi isu tersebut, Melaney memilih menjelaskan secara terbuka mengenai kebijakan pembayaran yang berlaku di program podcastnya. Lewat sebuah video yang diunggah ke TikTok, ia mengungkap bahwa kanal YouTube yang dikelolanya bukan bagian dari perusahaan besar, melainkan dikelola secara mandiri.
Karena itu, menurut Melaney, setiap narasumber memiliki skema yang berbeda-beda terkait honor maupun uang transport. Besaran yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan konten, latar belakang tamu, hingga kondisi tertentu yang dianggap perlu mendapat perhatian khusus.
Untuk tamu yang berasal dari kalangan selebritas dan memiliki hubungan pertemanan dengannya, Melaney mengaku lebih sering menggunakan sistem pertukaran konten atau barter.
"Ada beberapa tamu yang memang teman-teman artis, kita barter," ujarnya.
Baca Juga :
Dituding Tak Bayar Korban Penipuan yang Diundang ke Podcast, Begini Respons Melaney Ricardo
Sementara itu, bagi narasumber umum yang diundang ke podcast, Melaney menyebut dirinya kerap memberikan uang transport sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan kehadiran mereka.
"Fee transport yang aku berikan adalah Rp1,5 juta sampai dengan Rp2 juta, tergantung materi konten dan siapa tamunya," ujarnya.
Meski demikian, angka tersebut tidak selalu menjadi standar mutlak. Melaney mengaku pernah memberikan nominal lebih besar kepada beberapa tamu yang dinilai memiliki kondisi khusus atau membutuhkan bantuan lebih.
"Calvin Dores dibayar bahkan lebih dari Rp2 juta. Yes, ada beberapa tamu yang aku berikan lebih daripada fee transport biasanya. Kenapa? Karena tergantung dari keadaannya. Berapa jumlahnya? Sudahlah nggak perlu dijabarkan," ungkap Melaney.
Ia juga mencontohkan komedian Fahmi Bo sebagai salah satu tamu yang memperoleh nominal di atas standar yang biasa diberikan.
"Siapa lagi, Fahmi Bo, yes, lebih dari fee standar karena keadaannya parah," tambahnya.
Dalam penjelasannya, Melaney turut menyebut sejumlah nama yang pernah menerima bayaran ketika tampil di podcast miliknya. Mereka di antaranya komika Upit, model disabilitas Jacqueline, Fanny Fadillah, Karen yang merupakan istri Dede Sunandar, Arya Khan, hingga petugas Basarnas yang pernah menjadi narasumber.
Melaney menegaskan bahwa dirinya tidak setuju jika disebut memanfaatkan kisah para tamu semata-mata untuk meraih keuntungan dari pendapatan iklan digital atau AdSense YouTube.
"Kalau aku dianggap hanya mengeruk AdSense dari tamu-tamu podcast aku, jawabannya aku rasa sih tidak ya," tegasnya.
Terkait korban penipuan wedding organizer yang belakangan menjadi sorotan, Melaney mengakui memang tidak memberikan uang transport kepada narasumber tersebut. Namun, ia menilai keputusan itu diambil berdasarkan kesepahaman kedua belah pihak karena masing-masing memiliki kebutuhan yang sama.
"Kembali kepada korban katering, kenapa saat podcast tidak dibayar? karena masing-masing pihak punya kepentingan. Aku sebagai podcaster, butuh narasumber. Nah dari pihak narasumber, butuh display dan tempat untuk menyebarkan informasi dan berita kejadian yang menimpa mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, Melaney menyebut timnya telah menanyakan soal kemungkinan pemberian bayaran kepada korban penipuan katering tersebut. Namun, menurut pengakuannya, pihak narasumber justru tidak mengharapkan kompensasi finansial dan lebih mengutamakan penyebaran informasi kepada publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News