Pertemuan resmi bersama insan media ini diselenggarakan oleh Panorama Media sebagai pengantar menuju gelaran puncak Indonesia Comic Con (ICC) 2026. Puncak acara sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo & Arena Lantai 1, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Berbeda dengan industri komik di negara-negara maju yang sangat bergantung pada sistem penerbitan besar, para komikus Indonesia dikenal sangat mandiri. Mereka menulis, berkarya, mempromosikan, hingga memasarkan komik mereka secara swadaya. Comic artist asal Indonesia, Ariela Kristantina, menyampaikan kekagumannya terhadap ekosistem lokal ini.
"Di Indonesia tuh teman-teman ini sangat mandiri gitu. Jadi dia menulis sendiri, berkarya sendiri, dan juga mempromosikan dan memasarkan sendiri si komiknya itu. Nah ini sekarang, ini tidak terjadi di negara-negara yang sudah maju," ungkap Ariela.
Baca Juga :
Indonesia Comic Con x Indonesia Anime Con 2025 Segera Hadir di Jakarta, Perpaduan Budaya Barat dan Timur
Karakteristik mandiri ini terbukti mendapat sambutan hangat saat dibawakan ke luar negeri.
"Tapi begitu kemarin kami bawa ke Singapura, kita bawa ke mana, ke Prancis gitu ya, ternyata di sana disambut dengan sangat baik," lanjutnya.
Kehadiran platform berskala internasional seperti Indonesia Comic Con terbukti memainkan peran krusial sebagai tempat bertemunya para kreator dan penerbit global.
"Comic Con sendiri selalu menjadi tempat di mana banyak sekali artis yang sekarang bekerja di Amerika. Inilah yang saya rasa penting kita punya di Indonesia, sebuah platform di mana bisa membawa teman-teman Indonesia yang pengen berkomik di luar negeri. Ada platform yang bisa mempertemukan antara si kreatornya itu dan dengan si penerbitnya," jelas Ariela.
Rekam jejak menunjukkan bahwa wadah seperti ICC telah melahirkan gelombang baru kreator Indonesia yang berkarier di luar negeri. "Jadi real memang banyak sekali yang terbantu dengan adanya si Comic Con ini sehingga bisa, apa namanya, karirnya terbentuk dan memulai perjalanannya di Amerika," tambahnya.
Nama-nama hebat yang dikonfirmasi hadir pada ICC 2026 seperti Bryan Valenza, seorang Marvel Comics Exclusive Colorist yang menggarap Bandits of Batavia dan epos Beyondtopia, serta Arif Prianto yang berpengalaman merambah Green Lantern Corps hingga Dark Knights of Steel, menjadi bukti nyata potensi besar talenta Indonesia.
Begitu pula dengan Ariela Kristantina sendiri yang melahirkan karya untuk Dark Horse dan DC Comics, serta Hendry Prasetya yang menggambar TMNT x Naruto hingga Power Rangers. Kehadiran komikus luar negeri seperti Hin dari Hong Kong dengan komik Möngke Tengri semakin memperkaya ruang pertukaran ide di ajang ini.
Namun, potensi besar ini perlu didorong lebih jauh ke arah orientasi industri bernilai komersial.
"Banyak talents atau resources yang di belakang terpendam juga enggak ya, kadang-kadang sekarang ada internet, ada instagram, ada social media dan segala macem. Tapi perlu suatu wadah atau kesempatan lah ya agar mereka lebih provokasi gitu untuk berkarya dengan tujuan bisnis, dengan tujuan komersil. Jadi bukan hanya aku menggambar karena ingin menggambar, aku bikin animasi karena bikin animasi, enggak, tapi tujuannya udah industri," tegas seniman komik tersebut.
Harapan besar digantungkan pada perayaan satu dekade ICC ini agar mampu mengundang editor, penerbit, dan penulis internasional secara konsisten. "Dan nantinya akan berhasil juga mengundang editor, publisher, writer internasional. Karena kesempatan untuk memperkenalkan artis lokal ke dunia internasional itu sebenarnya bisa banget gitu melalui event-event seperti ini," pukas Ariela.
Sejalan dengan semangat tersebut, perayaan satu dekade ICC bertema A Decade of Pop Culture Fiesta ini turut didukung oleh sinergi Jakarta Futura Connectifa dan menyajikan ekosistem budaya pop yang kaya.
Selain memamerkan IP superhero lokal Kapten Sultan, gelaran ini dihadiri oleh aktor Jepang Mackenyu Arata sebagai main guest, disusul oleh deretan guest dan pengisi acara lainnya seperti Hane Ame, Lily Universe, Tokumaru Oguri, Frea Mai, Merciless Glare, Nekojin Workshop, Jeffrey Kwong, hingga Jerry Chio.
Rangkaian kegiatan menarik seperti Comic Live Drawing, Guest Talk Show, Workshop, hingga kompetisi cosplay dan roadshow gim Game First Summit bersama UniPin diharapkan dapat memacu transformasi kemandirian kreator lokal menuju profesionalisme industri global.
(Sumber: Instagram @indocomiccon)
(Dinda Intan Ramadhani)