Mino WINNER (Foto: X/yg_winnercity)
Mino WINNER (Foto: X/yg_winnercity)

Mino WINNER Terancam 3 Tahun Penjara, Terbukti Mangkir Wamil 102 Hari

Rafi Alvirtyantoro • 12 Februari 2026 10:30
Ringkasnya gini..
  • Mino WINNER terancam hukuman 3 tahun penjara akibat dugaan pelanggaran wajib militer selama 102 hari.
  • Kejaksaan Seoul menemukan bukti manipulasi absensi yang melibatkan pengawas militer untuk menutupi ketidakhadiran Mino.
  • Sidang perdana kasus pelanggaran Undang-Undang Dinas Militer Song Min-ho dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Jakarta: Mino, anggota grup K-Pop WINNER, diduga melakukan pelanggaran berat saat menjalani program wajib militer (wamil). Akibat tindakan tersebut, pemilik nama asli Song Min-ho ini kini terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara.
 
Dalam surat dakwaan, Kejaksaan Distrik Seoul menyatakan bahwa Mino meninggalkan tugasnya sebagai petugas layanan sosial selama 102 hari, atau lebih dari tiga bulan.
 
“Saat bertugas di bawah naungan Mapo Facilities Management Corporation, Song absen tanpa izin selama 102 hari dan meninggalkan tugasnya tanpa alasan yang sah,” keterangan dalam surat dakwaan, dikutip dari JoongAng Ilbo, pada 12 Februari 2026.  

Detail Pelanggaran dan Durasi Absensi

Sebagai informasi, seorang petugas layanan sosial umumnya memiliki total hari kerja efektif sekitar 430 hari selama masa pengabdian 21 bulan. Jika tuduhan jaksa terbukti, artinya Mino telah mangkir selama hampir seperempat dari total masa tugasnya.

Berdasarkan Pasal 89-2 Undang-Undang Dinas Militer Korea Selatan, seseorang yang meninggalkan tugas tanpa alasan sah selama delapan hari atau lebih dapat dijatuhi hukuman penjara hingga tiga tahun.
 
Dokumen kejaksaan menunjukkan frekuensi ketidakhadiran tanpa izin Mino semakin meningkat mendekati masa purnatugasnya pada 23 Desember 2024. Pada periode Maret hingga Mei 2023, ia tercatat hanya absen satu hari. Namun, angka tersebut melonjak drastis menjadi 14 hari pada November 2024.
 
Bahkan pada Juli 2024, Mino dilaporkan absen selama 19 hari dari total 23 hari kerja yang seharusnya dijalani. Artinya, ia hanya masuk kerja selama empat hari dalam satu bulan tersebut.  

Dugaan Manipulasi Absensi dan Keterlibatan Pengawas

Kejaksaan juga mengendus adanya keterlibatan seorang pengawas berinisial 'A'. Sebagai penanggung jawab presensi, A diduga memberikan izin setiap kali Mino enggan masuk dengan alasan lelah atau ingin tidur lebih lama.
 
A disinyalir memanipulasi dokumen kehadiran seolah-olah bintang K-Pop ini hadir tepat waktu. Investigasi mengungkapkan keduanya bekerja sama menggunakan sisa cuti tahunan dan cuti sakit Mino secara sepihak untuk menutupi ketidakhadiran ilegal tersebut.
 
Bukti persekongkolan ini diperkuat dengan temuan pesan singkat pada 29 Mei 2023. Saat itu, A mengirim pesan kepada Mino: "Besok aku ada pelatihan jadi tidak masuk kantor, kita bertemu lagi tanggal 31 Mei saja."
 
Mino pun sengaja tidak masuk pada 30 Mei, sementara A tetap mengisi buku absensi harian seolah Mino hadir. Menariknya, pada hari pesan itu dikirim, beredar foto di media sosial yang menunjukkan Mino berada di San Francisco, Amerika Serikat, untuk menghadiri pernikahan adik perempuannya.  

Bukti Forensik dan Jadwal Persidangan

Fakta-fakta ini terungkap setelah Divisi Pidana 1 Kejaksaan Distrik Seoul Barat melakukan investigasi tambahan sejak Mei 2025. Jaksa telah mengamankan bukti objektif melalui forensik ponsel dan pelacakan riwayat GPS, yang mengungkap lebih banyak pelanggaran dibandingkan laporan awal kepolisian.
 
Mino dan A kini resmi diajukan ke persidangan atas dakwaan pelanggaran Undang-Undang Dinas Militer. Meski Mino dikabarkan telah mengakui sebagian besar tuduhan saat penyelidikan polisi, pihak YG Entertainment sebelumnya sempat memberikan pembelaan.
 
"Penggunaan cuti sakit oleh Mino merupakan kelanjutan dari perawatan medis yang sudah dijalaninya sebelum wamil, dan cuti lainnya digunakan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar YG Entertainment.
 
Sidang perdana yang semula dijadwalkan pada 24 Maret 2026 resmi diundur setelah pihak Mino mengajukan permohonan penundaan. Pengadilan Distrik Seoul Barat kini menetapkan persidangan pertama akan digelar pada 21 April 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA