Sabrina Carpenter (Foto: Medcom/sabrinacarpenter)
Sabrina Carpenter (Foto: Medcom/sabrinacarpenter)

Rumah Diterobos Penguntit, Sabrina Carpenter Ajukan Perlindungan Hukum ke Pengadilan

Rafi Alvirtyantoro • 02 Juni 2026 11:02
Ringkasnya gini..
  • Sabrina Carpenter resmi mengajukan perintah larangan mendekat setelah seorang pria nekat menerobos masuk ke area pekarangan rumah pribadinya.
  • Pelaku melakukan tindakan penguntitan agresif sejak April dan sempat menolak pergi sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak Kepolisian Los Angeles.
  • Perlindungan hukum sementara kini juga diberikan kepada saudara perempuan Sabrina, Sarah, beserta kekasihnya guna menjamin keselamatan bersama.
Jakarta: Penyanyi Sabrina Carpenter mengajukan permohonan perintah larangan mendekat terhadap seorang pria yang diduga menguntitnya.
 
USA TODAY melaporkan bahwa Sabrina Carpenter telah mengajukan permohonan perintah penghentian pelecehan sipil ke Pengadilan Los Angeles pada Jumat, 29 Mei 2026. Langkah hukum ini diambil terhadap seorang pria yang diklaim telah menguntitnya selama lebih dari sebulan.

Kronologi Penerobosan Rumah

Dokumen gugatan tersebut mengungkapkan bahwa pria itu pertama kali mencoba berinteraksi langsung dengan Sabrina Carpenter pada 23 Mei lalu. Ia diduga mendatangi pintu depan rumah sang penyanyi.
 
Tindakan tersebut dilakukan setelah pelaku menerobos masuk ke pekarangan tetangga demi melewati dan menjebol pagar pengaman yang melindungi rumah Sabrina Carpenter.

"Bagi saya jelas sekali bahwa tindakannya itu disengaja, diperhitungkan, dan agresif, yang tentu saja sangat mencemaskan," tulis Sabrina Carpenter dalam gugatannya.
 
Pria tersebut dilaporkan mulai "berusaha keras memaksa masuk ke dalam rumah tanpa undangan, izin, atau persetujuan sama sekali." Ketika pintu tidak bisa dibuka, pelaku diduga menggetok pintu dan membunyikan bel sebelum akhirnya tim keamanan Sabrina Carpenter mengusirnya dari area properti.  

Penangkapan oleh Pihak Kepolisian

Dalam dokumen pengadilan, Sabrina Carpenter menyatakan bahwa pria itu sempat menolak pergi dan "membuat klaim keterlaluan yang sepenuhnya palsu bahwa ia mengenal saya secara pribadi dan saya sedang menunggunya."
 
Pria tersebut "terus melawan" hingga pihak Kepolisian Los Angeles (LAPD) datang dan menangkapnya.
 
Menurut dokumen yang sama, sebelum insiden tersebut, pria itu diduga sempat "berkeliaran di area sekitar" selama dua jam di dalam mobilnya untuk "mengawasi dan menunggu."
 
Tim keamanan Sabrina Carpenter kemudian menegur pria tersebut saat ia mengemudikan mobilnya mendekati area jalan masuk rumah (driveway)—yang dinilai sebagai "tindakan pengawasan dan pelecehan yang nyata"—hingga akhirnya ia pergi.  

Minta Perlindungan untuk Keluarga

Pada 25 Mei lalu, pria tersebut kembali mendatangi kediaman Sabrina Carpenter untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sehingga LAPD kembali dikerahkan ke lokasi kejadian.
 
Berdasarkan pernyataan tertulis Sabrina Carpenter, tim keamanan pribadinya menemukan fakta dari penyelidikan lebih lanjut bahwa pria tersebut telah menguntitnya sejak setidaknya sekitar pada 20 April lalu.
 
Sabrina Carpenter menyatakan bahwa perilaku pria tersebut menunjukkan pola eskalasi yang jelas dan sangat mengkhawatirkan, karena pelaku secara bertahap bergerak semakin dekat ke rumahnya, yang puncaknya terjadi pada penerobosan paksa dan agresif pada 23 Mei 2026.
 
Pelantun lagu “Please Please Please” itu juga mengajukan perlindungan untuk saudara perempuannya, Sarah, serta kekasih Sarah yang bernama George. Ia menjelaskan bahwa rangkaian insiden ini telah menimbulkan ketakutan yang mendalam dan terus-menerus terhadap keselamatan pribadi serta keselamatan semua orang yang tinggal di rumahnya.
 
"Tindakannya yang secara fisik mencoba membuka dan memasuki pintu depan rumah saya tanpa undangan, persetujuan, atau dasar hukum apa pun adalah salah satu pelanggaran keselamatan pribadi dan privasi paling meresahkan yang pernah saya alami," ungkap Sabrina Carpenter.
 
Ia juga menyoroti perilaku delusional pelaku yang mengaku mengenalnya dan merasa kehadirannya diharapkan. Menurutnya, tindakan penguntitan dan penerobosan tersebut telah menimbulkan tekanan emosional yang berat dan berkelanjutan.
 
“Saya takut akan apa yang mungkin ia lakukan jika pengadilan tidak membatasi ruang geraknya,” tutur Sabrina.  

Bukti Rekaman dan Perintah Sementara

Berkas gugatan tersebut juga menyertakan foto-foto pelaku saat berada di area rumah Carpenter yang terekam oleh kamera bel pintu. Seorang anggota Unit Manajemen Ancaman LAPD dan dua anggota tim keamanan pribadi Carpenter turut menyerahkan pernyataan tertulis untuk mendukung permohonan tersebut.
 
Saat ini, Sabrina Carpenter, Sarah, dan George telah mendapatkan perintah larangan mendekat sementara. Sidang yang dijadwalkan pada akhir bulan ini akan menentukan apakah perintah perlindungan tersebut akan ditetapkan secara permanen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA