Pengalaman tersebut kembali diingat Bunga ketika berbagi cerita dalam peluncuran kompetisi modeling yang digelar Lippo Mall Nusantara. Menurutnya, setiap peserta harus percaya bahwa kemampuan dan karakter jauh lebih penting dibanding penilaian terhadap penampilan fisik semata.
Bintang film Serigala Langit itun mengatakan perjalanan menjadi model tidak selalu berjalan mulus. Sejak masih remaja, ia sudah menghadapi persaingan yang ketat dan harus menerima penolakan saat mengikuti berbagai proses casting.
"Aku dari 13 tahun, which is dari 2005 itu persaingan udah ada gitu. Bahkan aku sempat merasakan penolakan. Karena pada waktu itu aku ikut casting untuk fashion show busana wedding. Di situ klien bilang, 'Kita tidak butuh... kita butuhnya yang cantik.' Sumpah, aku langsung bilang ke mamaku, 'Emang aku gak cantik ya?'" kenang Bunga Jelitha di Jakarta.
Ucapan tersebut sempat membuat kepercayaan dirinya terguncang. Namun, Bunga memilih menjadikan pengalaman pahit itu sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri hingga akhirnya berhasil menorehkan prestasi di dunia modeling dan kecantikan.
Perempuan yang menyandang gelar Puteri Indonesia 2017 itu mengungkapkan bahwa komentar negatif ternyata tidak berhenti setelah dirinya memenangkan ajang kecantikan nasional. Ia masih menerima cibiran yang berkaitan dengan warna kulit hingga penampilannya.
"Nah aku gak mau itu menjadi batasan untuk kita berekspresi, untuk kita menunjukkan potensi di dalam diri kita. Apalagi Indonesia punya keberagaman ras, suku, dan budaya. Jadi aku tidak mau orang hanya membandingkan dari fisik. Karena itu justru bisa membuat kita tidak percaya diri dan tidak mau berkembang," katanya.
Karena alasan tersebut, Bunga ingin menggunakan perannya sebagai juri untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Ia berharap proses penilaian tidak hanya berfokus pada wajah atau penampilan, tetapi juga melihat karakter, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta potensi yang dimiliki setiap individu.
Ajang ini sendiri merupakan kompetisi pencarian talenta modeling yang menjadi bagian dari program Cantika Nusantara. Tahun ini, kompetisi tersebut hadir dengan konsep baru untuk mencari ikon pertama Lippo Mall Nusantara yang akan menjadi wajah berbagai kampanye promosi.
Kompetisi diselenggarakan bekerja sama dengan LOOK Academy dan BeeHave Artist Management. Selain berkompetisi, para peserta akan mengikuti pembinaan, pelatihan, dan sesi edukasi dari para profesional agar memiliki bekal memasuki industri modeling dan fashion secara lebih siap.

Pendaftaran dibuka untuk empat kategori usia, yakni Kids, Junior, Teen, dan Adult, baik pria maupun wanita. Proses seleksi akan menilai kemampuan catwalk, komunikasi, kepercayaan diri, karakter, hingga potensi peserta untuk berkembang sebagai model profesional.
"Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar kompetisi modeling. Ajang ini kami rancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi, membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, serta membuka jalan menuju industri modeling profesional," ujar Hiu Mulyawati Santoso, Mall Director Lippo Mall Nusantara.
Selain Bunga Jelitha, babak grand final juga akan dinilai oleh sejumlah nama dari industri kreatif, seperti Anggi Wirya Diputra, Jean Charlie, Salsabila Zahra, dan Keke Suryo. Sementara proses eliminasi menghadirkan Misan Kopaka, Ary Arka, serta Danar Rasito Astohari sebagai dewan juri.
Melalui pengalamannya, Bunga berharap generasi muda tidak mudah menyerah hanya karena menerima komentar negatif atau penolakan. Baginya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama terus percaya pada kemampuan diri dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda