Hal tersebut diungkap Abun saat menghadiri konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Aktor kelahiran tahun 2003 itu menyebut bahwa Meriam Bellina seperti seorang polisi wanita (polwan) bahkan tentara karena membuat atmosfer ruangan bak barak militer.
"Sebenarnya, awal pertama kali reading, tuh, masuk ruangan kayak masuk ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) karena ada (Meriam Bellina)… Polwan asli ini kayaknya. Tentara ini. Seram banget. Karena benar seram banget. Masuk ruangan, tuh, kayak benar-benar mau ditatar gitu,” ungkap Abun.
Namun, suasana berbanding terbalik ketika para pemain utama seperti Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, dan Kevin Julio mulai membedah naskah. Ia menambahkan bahwa energi Mami Mer, panggilan akrab Meriam, biasa dan “normal” saja.
Hari selanjutnya, Abun mengaku masih belum diajak ngobrol oleh para pemeran lain padahal ia juga memegang peran krusial di film tersebut. Ia pun mulai menjalin persahabatan dengan Kevin Julio di saat itu.
“Hari kedua tetap didiemin dong. ‘Kok gak diajak ngobrol, sih. Kan, anaknya, nih,’ kata aku gitu, kan. Tapi, alhamdulillah, pas lagi reading, (aku) paling dekat sama Bang Kevin (Julio) dulu. Kita ngobrol dulu segala macam,” tambah Abun.
Lanjutnya, “Jadi, mungkin cairnya dari situ, sih. Dari Bang Kevin dulu, terus ke Om Ikang (Fawzi), terus baru ke Mami Mer, baru ke Kak Acha (Septriasa) gitu.”
Di akhir kata, Abun Sungkar menegaskan bahwa ia tak kesulitan bercengkrama dengan rekan mainnya sebab mereka selalu mengajaknya mengobrol di sela-sela waktu.
Sebagai informasi, Abun Sungkar berperan sebagai Azzam, anak bungsu dari pasangan Akbar (Ikang Fawzi) dan Mozza (Meriam Bellina) sekaligus adik dari Alya (Acha Septriasa) serta Adam (Kevin Julio).
Sinopsis Film Titip Bunda di Surga-Mu
Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan tentang Ibu Mozza (Meriam Bellina), seorang ibu yang menjadi pilar kekuatan bagi anak-anaknya di tengah badai konflik yang menguji keutuhan keluarga. Di balik senyum hangat dan ketegarannya, tersimpan luka yang tak pernah ia keluhkan, sementara anak-anaknya terjebak dalam ego dan kesibukan masing-masing.Ketika sebuah rahasia besar terungkap dan waktu perlahan mulai habis, penyesalan mulai merayap. Akankah cinta dan maaf sempat terucap sebelum jarak abadi memisahkan mereka? Ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana kita sering kali lupa bahwa orang tua tidak selamanya ada, dan betapa berharganya setiap detik yang masih tersisa.
Film ini akan tayang pada 26 Februari 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News