Sebelumnya, Bang Si-hyuk diketahui dilarang bepergian ke luar negeri sejak Agustus 2025 sebagai bagian dari pemeriksaan atas dugaan penipuan dalam proses penawaran umum perdana (IPO) HYBE.
Melansir laporan The Korea Herald pada Selasa, 21 April 2026, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul disebut mengirimkan surat kepada Korean National Police Agency (KNPA) untuk meminta pencabutan larangan tersebut.
Isu keterlibatan Kedutaan Besar AS ini pun langsung menyita perhatian publik, mengingat langkah semacam itu dinilai tidak lazim dilakukan terhadap warga negara non-AS. Menanggapi hal tersebut, HYBE segera memberikan klarifikasi.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta bantuan pihak Kedutaan Besar AS.
“Kami tidak pernah meminta Kedutaan Besar AS untuk mengupayakan pencabutan larangan perjalanan Ketua Bang,” ujar perwakilan pejabat dari HYBE dalam pernyataan resmi mereka.
HYBE juga meluruskan kabar mengenai kemungkinan kehadiran Bang Si-hyuk dalam perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250. Menurut mereka, hingga saat ini belum ada undangan resmi yang diterima.
Selain itu, beredar pula spekulasi bahwa surat dari Kedutaan Besar AS bertujuan memberi izin bagi Bang untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dalam rangka mendampingi tur comeback ARIRANG Tour milik BTS. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Di sisi lain, pihak Kedutaan Besar AS di Seoul memilih irit bicara terkait isu ini.
“Kami tidak memiliki hal tambahan untuk disampaikan mengenai masalah itu,” lanjut mereka.
Sementara itu, Komisaris Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jung-bo, menyatakan bahwa hingga 20 April 2026 pihaknya belum menerima permintaan resmi dari Kedutaan Besar AS. Ia menegaskan, jika surat tersebut memang ditujukan kepada KNPA sebagai otoritas pusat, maka akan ditinjau sesuai hukum dan prosedur yang berlaku.
Sebagai informasi, Bang Si-hyuk saat ini tengah diselidiki atas dugaan memberikan informasi menyesatkan kepada investor menjelang IPO HYBE pada 2019. Ia juga dituduh memperoleh keuntungan ilegal sekitar 190 miliar won (sekitar Rp2,2 triliun) melalui skema dana ekuitas swasta yang melibatkan mantan eksekutif perusahaan.
Hingga kini, pihak Kepolisian Seoul telah memanggil dan memeriksa Bang sebanyak lima kali dalam proses penyelidikan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News