BTS menggelar acara spesial comeback berdurasi satu jam pada 21 Maret di pusat kota Seoul, tepatnya Gwanghwamun Square. Dalam penampilan yang disiarkan langsung melalui Netflix itu, mereka untuk pertama kalinya membawakan lagu-lagu dari album terbaru, ARIRANG.
Di balik kemegahan acara tersebut, terdapat sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan demi keamanan. Mulai dari pembatasan lalu lintas, akses bangunan, hingga pemeriksaan barang berbahaya diterapkan karena tingginya perhatian global terhadap acara ini. Hal tersebut sempat menimbulkan protes dari masyarakat.
| Baca juga: BTS “Cuma” Bayar Rp1 Miliar untuk Sewa Lokasi Konser Comeback |
Dalam pernyataan resminya sehari setelah acara, HYBE menyampaikan permintaan maaf kepada warga sekitar, pelaku usaha, pekerja, hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada para pengguna jalan dan siapa pun yang terdampak dalam aktivitas harian mereka akibat kebijakan tersebut. Berkat pengertian dan dukungan Anda, acara ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar HYBE, dikutip Minggu, 22 Maret 2026.
Meski demikian, agensi juga mengungkapkan rasa terima kasih atas pengertian publik. Menurut mereka, dukungan dan kedewasaan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat acara ini berjalan lancar dan sukses.
Lebih lanjut, HYBE menyoroti bahwa lokasi acara, yang berdekatan dengan Gyeongbokgung Palace, memiliki nilai historis tinggi. Karena itu, mereka merasa terhormat bisa menghadirkan pertunjukan global di tempat yang sarat makna tersebut.
| Baca juga: Bukan Sembarang Cameo! Pesona Lili Reinhart Tampil di MV BTS “Swim” Bikin Terpana |
“HYBE menganggap suatu kehormatan besar dapat menampilkan pertunjukan untuk dunia di lokasi yang begitu bermakna ini,” ungkapnya.
Ke depan, HYBE menyatakan akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara penyelenggaraan acara besar dan kenyamanan publik. Mereka juga tengah membahas rencana jangka panjang bersama berbagai pihak untuk melindungi serta mempromosikan warisan budaya Korea ke dunia internasional.
“Kami tengah membahas rencana bersama berbagai pihak terkait untuk melindungi dan mempromosikan warisan budaya, serta akan mengembangkan sistem dukungan jangka panjang secepat mungkin,” kata HYBE.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News