Adegan Hello Kitty Rebus (Foto: via vidio)
Adegan Hello Kitty Rebus (Foto: via vidio)

Hello Kitty Rebus dan Anomali Sinetron Indonesia

Hiburan sinetron montase film
Cecylia Rura • 18 Juni 2020 09:00
Jakarta: Empat tahun berlalu, satu adegan ikonik dari sinetron Surga Yang Kedua kembali ramai diperbincangkan oleh masyarakat jagat maya. Adegan itu menampilkan boneka Hello Kitty yang direbus dalam panci berisi air mendidih.
 
Seisi rumah panik melihat boneka Hello Kitty kesayangan milik Sisil, pemberian oma, direbus dalam panci. Interpretasi jagat maya berbeda, menganggapnya sebagai sebuah hiburan dan bombastis dalam berkarya.
 
Gunjingan tersebut kemudian memantik keinginan salah satu anggota tim penulis sinetron Surga Yang Kedua, Aya Swords (nama pena) membuat utas panjang asal mula adegan Hello Kitty direbus. Dalam wawancara telepon bersama Medcom.id, Aya Swords menjelaskan asal mula terlibat dalam pekerjaan tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aya Swords yang semula menulis novel saat di bangku kuliah, berteman dengan penulis yang memiliki keponakan tengah memegang proyek sinetron di satu televisi swasta. Aya bekerja sebagai tenaga lepas dalam tim penulis itu, beranggotakan enam orang termasuk head writer.
 
"Plotnya sudah ada dari atas (head writer), tetapi scene kayak Hello Kitty direbus itu kreativitas co-writer semua, maksudnya junior writer yang memikirkan karena plot dari sana (head writer) hanya (bilang), 'tolong bikin satu adegan teror untuk Sisil'," kata Aya Swords yang saat itu bekerja sebagai junior writer, Rabu, 17 Juni 2020.
 
Adegan Hello Kitty direbus hanya ditampakkan sebagian ketika diunggah sebuah akun ke lini masa media sosial. Aya Swords menjelaskan, adegan itu adalah teror dari istri kedua Doni yang mengalami gangguan jiwa. Mereka berembuk memikirkan adegan teror yang aman.
 
"Kebetulan yang kebagian scene itu salah satu teman aku, tetapi adegannya kami pikirkan bersama. Apa ya terornya, soalnya anak kecilnya enggak boleh disakiti itu sudah peraturan dari PH (production house) biar lulus sensor. Anak kecil enggak boleh disakiti," kata Aya.
 

 
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi pengawas, merujuk Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dan UU Penyiaran dalam adegan-adegan tayangan yang dinilai merugikan dan mengganggu anak. Adegan yang melibatkan anak kecil tak boleh menampilkan tindakan kasar, termasuk kepada benda-benda mati seperti boneka di depan anak-anak.
 
"Kalau ada scene di mana ada anak kecil di dalamnya, kami enggak boleh ada adegan kekerasan kayak bonekanya dibakar, disakiti, ada darah, cabik-cabik, kalau bisa enggak boleh, aturan dari sana seperti itu. Kami menurut saja," terang penulis berusia 27 tahun itu.
 
Penulis menebalkan emosi antartokoh ketika boneka Hello Kitty yang berharga bagi Sisil direbus. Boneka itu adalah pemberian oma untuk Sisil dan sering dimainkan bersama Tessy. Ide merebus Hello Kitty diakui disadur dari adegan sinetron lawas.
 
"Waktu itu kami memikirkan adegan di salah satu sinetron lama, sinetronnya Desy Ratnasari. Dulu ada adegan di sinetron Mbak Desy Ratnasari yang di mana ada adegan kucing direbus saat itu," terang Aya Swords.
 
Ide itu muncul dalam kondisi kepepet. "Kami dikasih deadline 02.30 WIB sedangkan itu sudah pukul 02.00 WIB. Kami dikasih satu scene yang harus kami kerjakan dalam waktu satu jam, saat itu dikasihnya 01.30 WIB, dalam waktu satu jam kami harus jadi beberapa scene adegan teror," kata Aya.
 
"Anaknya enggak boleh disakiti, bonekanya enggak boleh dibakar, enggak boleh dicabik-cabik, enggak boleh juga kayak ada darah-darahnya," lanjutnya.
 
Surga Yang Kedua ditayangkan perdana pada 2016 produksi Amanah Surga Productions. Sinetron ini dirangkum dalam 280-an episode menampilkan Miller Khan, Nabila Syakieb, Evan Sanders, Angel Karamoy, Paramitha Rusady, Roy Marten, Tessy, juga Sofia Shireen.
 
Selain tayang di Indonesia, Aya mengatakan Surga Yang Kedua juga tayang di Malaysia dan Brunei Darussalam. Surga Yang Kedua juga sempat kembali ditayangkan di televisi dan kini dapat disaksikan melalui streaming Vidio. Menariknya adegan Hello Kitty rebus juga mendapat respons warganet Thailand.
 
"Aku enggak tahu ya apa sinetron ini ke Thailand juga, cuma kemarin orang Thailand juga ikut memviralkan dan aku sempat aku retweet juga," kata Aya.
 
Adegan boneka Hello Kitty direbus memiliki interpretasi berbeda bagi setiap orang. Merebus boneka memberi nuansa cringe, ketika boneka identik dengan mainan anak bercampur dengan peralatan masak.
 
Terlepas dari penjelasan teknis penulis dan inspirasi dari kucing rebus, Hello Kitty lekat dengan mitos mistis yang memperkuat emosi penonton melihat istri kedua dalam cerita Surga Yang Kedua meneror Keluarga Doni dengan boneka direbus.
 
Adegan Hello Kitty Rebus empat tahun lalu disambut positif penonton Malaysia
 
Sebelum sekarang, adegan Hello Kitty direbus sempat viral saat sinetron Surga Yang Kedua masih mengudara. Namun, Aya Swords dan tim penulis tak diperkenankan untuk angkat bicara karena disebut dapat memengaruhi minat penonton.
 
Hal positif yang terjadi saat itu, adegan Hello Kitty direbus disebut mendapat komentar baik dari penonton asal Malaysia. Aya Swords bersama tim penulis melakukan riset di media sosial untuk mengetahui selera penonton.
 
"Kami dituntut untuk melihat media sosial setiap adegan, satu episode tayang. Setiap tayang kami langsung lari ke media sosial sinetronnya, artisnya, untuk melihat komentar netizen," kata Aya.
 
"Kebetulan aku sering banget melihat bahkan 50 persen orang Malaysia yang komentar dan mereka komentarnya baik enggak ada yang komentar buruk kayak sekarang. Dulu-dulu orang-orang komentarnya baik, malah mereka sendiri yang ingin sinetronnya dipanjangkan," terangnya.

Anomali adegan dalam sinetron Indonesia dan sebabnya


Sebelum Hello Kitty direbus, sejumlah sinetron Indonesia menampilkan konten-konten unik dan menjadi perbincangan jagat dunia maya. Seperti sinetron Dzolim yang tayang dua tahun lalu, menampilkan adegan pocong tanpa sengaja masuk ke dalam cor semen.
 
Ada juga sinetron yang menampilkan harimau bercahaya di dalam liang lahat. Aya Swords mengenal penulis-penulis tersebut dalam lingkaran sosialnya. Aya sedikit menjelaskan, adegan dalam sinetron tersebut muncul ketika sinetron romansa religi sedang populer dan merujuk pada Majalah Hidayah.
 
"Bukan tim aku yang mengerjakan Dzolim saat itu, ada tim lain juga cuma aku kenal orang-orangnya. Ternyata mereka itu ingin bikin gebrakan, FTV religi ingin bikin gebrakan," terang Aya.
 
"Majalah Hidayah itu suka ada yang aneh-aneh kayak kuburan tiba-tiba terisi air banjir. Sebenarnya itu kejadian-kejadian nyata, bisa dibilang mujizat-mujizat Allah," kata Aya.
 
"Mereka mencoba mengangkat ke layar kaca yang seperti itu, tetapi ternyata mereka setelah yang ada pocong masuk cor-coran ternyata dari KPI langsung take down. Karena aturan dari KPI, kita enggak boleh mendzolimi mayit," lanjutnya.
 
Selepas Dzolim diperbincangkan dan ditegur KPI, Aya Swords mengatakan anggota dari tim penulisnya mengerjakan sinetron Azab yang menggantikan tayangan Dzolim. Azab dibuat lebih ramah dengan menghadirkan karma selagi tokoh antagonis masih hidup.
 
"Kalau Azab itu tim aku, tetapi bukan tim aku yang aku kerjakan, maksudnya orang-orangnya tim aku juga. Satu orang itu bisa beberapa tim yang dia punya. Ada teman aku yang di tim kerjakan azab, tetapi kalau azab semuanya enggak ada yang mendzolimi mayit. Dia paling kena (karma) saat mereka masih hidup. Pas meninggalnya mayatnya enggak kenapa-kenapa," kata Aya Swords.

Siapa Aya Swords?


Nama Aya Swords mendadak viral ketika adegan Hello Kitty direbus diperbincangkan warganet Twitter. Melalui utas panjang, Aya kemudian mengklarifikasi adegan yang terjadi di dalam cuplikan sinetron Surga Yang Kedua itu.
 
Aya Swords adalah nama penanya dalam menulis novel sejak 2013. Buku pertamanya diterbitkan melalui Grasindo. Sembari berkuliah, Aya Swords menerima tawaran menjadi penulis lepas untuk sinetron striping, salah satunya Surga Yang Kedua.
 
"Karena waktu itu aku masih kuliah dan kebetulan cari freelance juga, namanya anak kuliah pingin ada tambahan uang jajan akhirnya aku menyetujui, soalnya kerjanya juga nomaden bisa di kos, di kampus. Enggak in house," cerita Aya.
 
Kurang dari dua bulan, Aya Swords melalui pelatihan menulis. Terutama perihal teknis menulis untuk sinetron striping. Statusnya sebagai junior writer yang bekerja tanpa batas waktu. Total 280-an episode dibagi bersama empat rekan lain kemudian di-preview oleh head writer.
 
Selepas Surga Yang Kedua, Aya Swords menulis untuk proyek sinetron Surga Yang Tak Dirindukan. Aya Swords kemudian tak lagi bekerja pada 2017 karena memutuskan untuk menikah.
 
Namun, Aya Swords sesekali menulis di Wattpad, Kaskus, dan menggambar Webtoon. Kini, dia juga bekerja bersama suami mengelola agen travel PT. Torafuru Universal Travelindo.
 
"Sampai sekarang kerjaan aku adalah direktur dari perusahaan travel aku sendiri. Aku berhenti karena fokus ke perusahaan aku," ujar Aya Swords.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif