Liam Gallagher (Foto: Instagram @liamgallagher)
Liam Gallagher (Foto: Instagram @liamgallagher)

Inggris Dikalahkan Argentina, Lagu "Wonderwall" Batal Bergema di Final Piala Dunia

Basuki Rachmat • 16 Juli 2026 11:43
Ringkasnya gini..
  • Liam Gallagher tetap mengapresiasi Timnas Inggris meski gagal ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Argentina.
  • Liam Gallagher mengkritik gaya bermain Inggris yang terlalu teknis dan meminta para pemain diberi kebebasan mengembangkan insting.
  • Janji Liam Gallagher menyanyikan Wonderwall bersama suporter pupus setelah Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026.
Jakarta: Vokalis Oasis, Liam Gallagher, akhirnya buka suara setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 usai takluk 1-2 dari Argentina pada laga semifinal yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.
 
Sebelumnya, Liam menjadi salah satu publik figur yang paling vokal mendukung perjalanan skuad The Three Lions. Musisi berusia 53 tahun itu bahkan sempat optimistis Inggris mampu mengangkat trofi juara dunia dan berjanji akan menyanyikan lagu ikonik Oasis, "Wonderwall", bersama para suporter apabila Harry Kane dan kawan-kawan berhasil melaju ke final.
 
Namun, harapan tersebut pupus setelah Inggris yang sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon harus mengakui kebangkitan Argentina yang membalikkan keadaan lewat dua gol di babak kedua.

Tak lama setelah pertandingan usai, Liam menyampaikan reaksinya melalui akun X pribadinya. Pelantun hits "Wonderwall" itu tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan skuad Inggris yang berhasil menembus babak empat besar turnamen.
 
"Salut buat para pemain. Tidak ada satu pun tim yang punya hak yang dijamin Tuhan untuk menjuarai Piala Dunia," tulis Liam Gallagher.
 
 
Liam juga memberikan ucapan selamat kepada Argentina yang sukses memastikan tempat di final untuk ketiga kalinya di era Lionel Messi sebagai kapten tim.
 
"Selamat untuk Argentina, tim terbaik yang akhirnya keluar sebagai juara. Saatnya melangkah ke depan. LG x," lanjutnya.

Liam Kritik Gaya Bermain Inggris

Selain memberikan apresiasi kepada para pemain, Liam turut melontarkan kritik terhadap pendekatan permainan Timnas Inggris di bawah pelatih Thomas Tuchel.
 
Menurut Liam, Inggris masih terlalu mengandalkan pendekatan yang kaku dan penuh perhitungan. Ia menilai para pemain seharusnya diberi ruang lebih untuk bermain lepas dan mengembangkan insting mereka di lapangan.
 
Komentar tersebut muncul setelah keputusan Tuchel menarik Anthony Gordon, pencetak gol pembuka Inggris, dan menggantinya dengan Ezri Konsa. Pergantian itu dinilai membuat Inggris bermain lebih defensif hingga akhirnya kehilangan momentum dan gagal mempertahankan keunggulan.
"Inggris tidak akan menjuarai Piala Dunia sampai kita punya mental yang lebih cerdik dan tangguh. Itu juga berlaku untuk para pelatih. Sekarang semuanya sudah terlalu teknis. Biarkan anak-anak bermain lebih bebas dan mengembangkan naluri mereka di lapangan," ujar Liam.
 
Sementara itu, Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Tim Matador memastikan tiket ke laga puncak setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal yang digelar Selasa, 14 Juli 2026.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA