Sarwendah menjelaskan bahwa dirinya datang ke Gunung Kawi untuk melakukan syuting program YouTube bersama Jordi Onsu.
“Aku syuting program KBP The Lost World. Ada videonya, waktu itu pada saat COVID. Jadi dijualnya tuh di online kok. Jadi kalau mau nonton harus beli gitu,” kata Sarwendah, dikutip dari saluran YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Murni Syuting Konten Horor
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Gunung Kawi murni hanya untuk keperluan syuting konten horor, tanpa adanya tujuan lain seperti pesugihan.“Jadi, aku ke situ ya emang syuting horor bukannya (pesugihan). Berita-berita di luar sana itu sama sekali tidak benar,” tambah Sarwendah.
Mantan istri Ruben Onsu tersebut menjelaskan bahwa ada tradisi lokal yang harus dilakukan bersama para kru sebelum memulai syuting di Gunung Kawi.
“Ada adat di situ yang harus dilakukan. Harus makan nasi kuning. Pokoknya semuanya, bareng-bareng sama kru gitu,” jelas Sarwendah.
Ia pun membantah tuduhan bahwa ada permintaan atau niat darinya untuk melakukan pesugihan di lokasi tersebut.
“Enggak ada kata-kata pesugihan itu. 1000 persen enggak ada,” tutur Sarwendah.
Meluruskan Kesalahpahaman dengan Pesulap Merah
Dalam kesempatan tersebut, Denny Sumargo menghubungi Pesulap Merah untuk berbicara langsung dengan Sarwendah.“Kamu oke kalau saya teleponin Pesulap Merah? Karena isu ini yang ngebawa awalnya Pesulap Merah yang aku tahu. Jadi biar biar langsung gitu, lho,” pinta Denny Sumargo.
Setelah panggilan terhubung, Pesulap Merah meminta penjelasan dari Sarwendah mengenai informasi yang diterimanya hingga beredar isu pesugihan di Gunung Kawi.
“Benar-benar aku syuting gitu. Jadi kita syuting, aku juga enggak tahu kuncennya bawa ke mana-mana. Pokoknya dia (kuncen) mengenalkan lokasi sini, lokasi sini dijelaskan satu-satu gitu buat kebutuhan syuting,” jawab Sarwendah.
Pesulap Merah juga mengonfirmasi mengenai ritual yang diduga dilakukan oleh Sarwendah selama berada di Gunung Kawi.
“(Ritual) buat menghormati gitu loh. Jadi kita semua bukan aku doang gitu loh. Jadi semua tim di situ melakukan kayak matur nuhun lah, adat di situ gitu,” tutur Sarwendah.
“Menghormati adat gitu untuk melakukan proses syuting di situ. Dan kuncen yang nemenin aku pun udah ngomong kok di media sosial kalau misalnya tidak ada pesugihan sama sekali yang aku lakukan gitu, tapi berita itu sepertinya tidak naik ya. Kalau fakta biasanya susah naik,” lanjutnya.
Pesulap Merah pun menilai bahwa banyak orang yang salah mengartikan maksud dari video kontennya di Gunung Kawi hingga terseretnya nama Sarwendah.
“Aku minta maaf karena udah banyak orang-orang yang motong sehingga apa yang aku edukasikan jadi enggak sesuai. Sebenarnya yang aku edukasikan itu sama. Kita mengedukasikan di sana enggak pernah ada pesugihan. Pesugihan tumbal itu pembodohan. Bahkan aku nyeritain sejarah-sejarahnya sebenarnya di Indonesia isu pesugihan baru muncul abad 19 dan semacamnya,” ujar Pesulap Merah.