Olivia Rodrigo. Foto: Instagram
Olivia Rodrigo. Foto: Instagram

Olivia Rodrigo Tanggapi Kontroversi Gaun Babydoll, Singgung Soal Pedofilia

Fatha Annisa • 28 Mei 2026 15:11
Ringkasnya gini..
  • Olivia Rodrigo menanggapi kontroversi soal gaun babydoll yang dikenakannya di video musik “Drop Dead” dan sejumlah konser.
  • Ia menilai kritik terhadap penampilannya menunjukkan budaya yang masih menormalisasi pedofilia.
  • Olivia menegaskan gayanya terinspirasi ikon musik 90-an.
Jakarta: Olivia Rodrigo menanggapi kontroversi terkait penampilan barunya dengan gaun babydoll. Ia menilai polemik tersebut justru menunjukkan budaya saat ini telah “menormalisasi pedofilia”.
 
Kontroversi bermula setelah penyanyi pop itu merilis video musik lagu terbarunya “Drop Dead” yang akan masuk ke album ketiganya, You Seem Pretty Sad For A Girl So In Love.
 
Dalam video tersebut, Olivia mengambil latar Istana Versailles di Paris dan mengenakan busana dari koleksi pre-fall 2026 rumah mode Chloé. Ia juga memakai gaya serupa di konser-konsernya, yang kemudian dianggap sebagian orang terlalu “kekanak-kanakan”.
 

Gaya Berpakaian Olivia Dinilai ‘Tidak Pantas”

Unggahan akun Instagram DeuxMoi menampilkan berbagai komentar soal gaya baru Olivia Rodrigo yang memecah opini publik. Sejumlah warganet mengkritik gaun Olivia yang dinilai seperti gaun bayi atau balita. Pakaian tersebut dinilai “disturbing” atau mengganggu.
 
Pengguna lain juga mengkritik penyanyi hit “Traitor” tersebut karena memakain pakaian yang tampak seperti gadis kecil, namun menampilkan penampilan “berguling-guling di lantai panggung”.
 
 
Baca juga: Lirik dan Makna Lagu "the cure" - Olivia Rodrigo, Ketika Cinta Tidak Bisa Memperbaiki Semuanya
 

Tanggapan Olivia Rodrigo

Olivia lantas menanggapi kritik tersebut saat tampil di podcast Popcast milik The New York Times. Ia mengaku merasa terganggu dengan komentar negatif netizen soal gaya berbusananya.
 
Olivia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengenakan pakaian yang lebih terbuka di panggung, namun tidak dianggap ‘tidak pantas’.
 
“Ketika saya memakai gaun tertutup penuh yang dianggap orang ‘kekanak-kanakan’, itu malah disebut ‘tidak pantas’. Untuk saya, ini menunjukkan bagaimana kita sebenarnya menormalisasi pedofilia dalam budaya kita,” kata Olivia, yang dikutip oleh NME.
 
Olivia melanjutkan bahwa perempuan sejak kecil kerap diatur maupun disalahkan karena cara berpakaiannya. Bahkan, kata Olivia, perempuan dilarang mengenakan pakaian tertentu supaya tidak diseksualisasi oleh laki-laki.
 
“Menurut saya itu aneh. Saya sama sekali tidak merasa terlihat seksi dengan pakaian itu,” ujarnya.
 
 
Baca juga: Ngefans Berat The Cure, Olivia Rodrigo Siapkan Lagu Berjudul Nama Sang Idola
 

Inspirasi di Balik Penampilan Olivia Rodrigo

Olivia menjelaskan penampilannya justru terinspirasi oleh ikon musik seperti Kathleen Hanna dan Courtney Love. Ia juga merasa nyaman dengan cantik dengan pakaiannya di panggung belakangan ini.
 
“Kalau kita mulai berpakaian dengan pikiran, ‘Saya tidak mau ada orang aneh menganggap saya seksi seperti anak-anak,’ menurut saya itu sudah kehilangan inti persoalannya,” tegas Olivia.
 
Rodrigo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia sangat protektif terhadap perempuan muda dan anak perempuan. Menurutnya, perempuan tidak seharusnya bertanggung jawab atas penilaian negatif laki-laki.
 
“Saya tidak ingin mereka terus diberi narasi seperti itu. Kamu seharusnya tidak bertanggung jawab atas laki-laki yang menyeksualisasikanmu dengan cara yang tidak pernah menjadi niatmu,” tutupnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA