Keputusan Dustin menggunakan HT rupanya didasari kebutuhannya bersama Dita sebagai konten kreator. Keberadaan HT disebut Dustin sangat membantu ketika komunikasinya dengan Dita terkendala jaringan internet,
"Jadi karena kadang kita sering live streaming. Bini entah di bawah atau di lantai dua. Kita kebalikan, ada di bawah atau bini lagi di atas. Kita kan kadang handphone enggak selalu stand by kepegang di tempat," jekas Dustin Tiffani.
"Kalau live streaming kita kadang handphone tetap enggak langsung connect ke suara. Nah jadi khawatir kalau ada info-info yang mau lebih cepat. Agak susah tukar telepon. Tapi kalau HT langsung suara yang kuat," lanjutnya.
Namun, Dustin menyebut penggunaan HT tetap punya kekurangan khusus. Dia mengaku kerap mendapat komunikasi dari perangkat lain yang tak dikenal, terutama petugas keamanan.
HT memang perangkat komunikasi radio memungkinkan pengguna berbicara langsung tanpa jaringan seluler. HT umumnya menggunakan frekuensi UHF/VHF dengan metode Push-to-Talk (PTT) sehingga kerap dipakai tim keamanan atau aktivitas outdoor.
"Cuma ada kekurangannya. Pada saat entah kita lagi enggak main atau lagi tidur, sering kali dari connecting hansip atau gimana ya, masuk ke HT saya. Ada yang 'tes-tes monitor'. Kok dari mana ini masuk nih? Berarti gelombangnya sama," ungkapnya.
Meski perangkat HT sudah dianggap ketinggalan zaman, Dustin tetap menggunakannya selama di rumah. Berkat perangkat itu pula, Dustin dan Dita bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat konten di rumah.
"Positifnya itu kita bisa langsung tanggap. Kalau misalnya ada keperluan apa pakai HT. Di rumah juga pakai HT," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News