Run For Humanity 2026 akan digelar di kawasan Sunburst, Tangerang Selatan. Kota ini menjadi lokasi terakhir dalam rangkaian penyelenggaraan RFH tahun ini dengan target partisipasi sebanyak 4.200 peserta.
Berbeda dari ajang lari yang berfokus pada kebugaran, Run For Humanity mengajak peserta menjadikan setiap langkah sebagai bentuk kontribusi sosial. Kegiatan ini menghubungkan gaya hidup sehat dengan berbagai program kemanusiaan yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dimas Seto, salah satu penggagas Run For Humanity, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat melalui olahraga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Run For Humanity bukan sekadar event olahraga. Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang menghubungkan gaya hidup sehat dengan aksi sosial yang nyata. Setiap peserta yang berlari turut berkontribusi dalam mendukung program kemanusiaan, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Dimas Seto.
Salah satu program utama Run For Humanity 2026 di Tangerang Selatan adalah dukungan pembuatan kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Program ini diharapkan membantu penerima manfaat meningkatkan mobilitas dan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu mobilitas, akses terhadap kaki palsu dapat membuka kesempatan untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri. Karena itu, program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi setiap individu.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional setiap 3 Desember. Momentum ini menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas berhak memperoleh aksesibilitas, dukungan, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dimas Seto dan tim Run For Humanity ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Dukungan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan alat bantu, tetapi juga membantu penerima manfaat membangun kepercayaan diri dan menjalani aktivitas dengan lebih leluasa.
Selain membantu penyandang disabilitas di Indonesia, Run For Humanity 2026 di Tangerang Selatan juga melanjutkan program bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen rutin RFH terhadap masyarakat yang menghadapi dampak krisis kemanusiaan.
Baca Juga :
Olivia Rodrigo Ingin Sekolah Lagi
Kedua program tersebut menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan yang dibangun melalui Run For Humanity memiliki cakupan luas. Perhatian tidak hanya diberikan kepada kelompok yang membutuhkan dukungan di dalam negeri, tetapi juga kepada masyarakat di negara lain yang menghadapi situasi sulit.
Dengan target 4.200 peserta, Run For Humanity 2026 di Tangerang Selatan diharapkan dapat melibatkan lebih banyak individu, komunitas lari, mitra korporasi, dan organisasi sosial. Kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan bantuan sekaligus membangun kesadaran bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama.
Dimas Seto berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berkontribusi melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama-sama. Menurutnya, aksi kemanusiaan tidak selalu harus dimulai dengan bantuan besar karena partisipasi banyak orang dapat menghasilkan dampak yang lebih luas.
"Run For Humanity mengajak masyarakat untuk tidak hanya berlari demi kesehatan diri sendiri, tetapi juga melangkah bersama demi kehidupan yang lebih baik bagi orang lain," tutupnya.