Melansir laporan eksklusif Page Six pada Rabu, 15 Juli 2026, Caleb dan Fleur diketahui telah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, Amerika Serikat, pada 13 Juli 2026.
Kabar perceraian ini sejatinya telah mengemuka sejak Mei lalu. Pada 24 Mei 2026, Fleur lebih dulu membagikan curahan hatinya melalui akun Instagram pribadi. Ia mengaku perpisahan tersebut menjadi salah satu fase paling berat dalam hidupnya.
"Hampir 14 tahun pernikahan kami begitu indah dan dipenuhi kebahagiaan, petualangan, serta cinta. Tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui seperti apa pernikahan kami selain kami berdua. Dan tidak ada yang bisa memahami sedalam apa cinta di antara dua orang selain mereka yang menjalaninya," tulis Fleur.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya masih merindukan kehidupan rumah tangga yang telah dibangun bersama Caleb selama bertahun-tahun.

"Aku sudah merindukan pernikahan dan suamiku lebih dari apa pun. Kisah kami adalah kisah yang indah. Dan kini kisah itu telah berakhir," lanjutnya.
Caleb Shomo Mengaku Gay
Di hari yang sama, Caleb Shomo yang juga dikenal sebagai mantan vokalis Attack Attack! mengunggah pernyataan panjang melalui Instagram.Dalam unggahan tersebut, musisi berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya kini bangga mengakui identitas seksualnya sebagai seorang gay setelah bertahun-tahun bergulat dengan perasaan tersebut.
Baca Juga :
Anjasmara Dianggap Tuduh Syifa Hadju Selingkuhi Rizky Nazar, Deswita Maharani Tak Terima
"Aku merasa perlu meluruskan semuanya sebelum hal ini semakin berdampak pada orang-orang yang aku cintai. Aku adalah seorang pria gay, dan aku bangga akan hal itu," tulis Caleb.

"Sudah cukup lama aku berusaha memahami dan menerima kenyataan ini. Sangat sulit menghadapi semua perasaan yang muncul dan mencari tahu apa yang harus kulakukan dengan fakta tersebut," lanjutnya.
Caleb juga mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya berusaha menekan pergulatan batin tersebut. Bahkan, ia mengaku sempat bergantung pada alkohol selama satu dekade sebagai pelarian dari konflik mengenai jati dirinya.
Setelah berhasil menjalani hidup tanpa alkohol (sober), Caleb akhirnya memutuskan untuk menerima identitasnya. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi penyemangat bagi orang lain yang tengah menghadapi pergulatan serupa.
"Aku ingin menyemangati siapa pun yang sedang berjuang menerima dirinya. Berilah dirimu kesempatan dan kasih sayang. Hadapilah kenyataan itu, jangan terus dikubur dalam-dalam seperti yang kulakukan. Memendam semuanya hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu," tutup Caleb Shomo.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda